Breaking News:

Terkini Daerah

Bandung Raya Siaga 1 Covid-19, Ridwan Kamil Larang Wisatawan Datang dan Tunda Belajar Tatap Muka

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menetapkan Bandung Raya siaga satu Covid-19.

KOMPAS.COM/AGIE PERMADI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tengah menjelaskan soal perkembangan kasus covid di Jawa Barat di Mapolda Jabar, Senin (22/2/2021). Ridwan Kamil menetapkan Bandung Raya Siaga 1 Covid-19 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menetapkan Bandung Raya siaga satu Covid-19.

Dikutip TribunWow.com dari Tribun Jabar pada Selasa (15/6/2021), hal ini disebabkan Bandung Raya kembali berstatus zona merah atau kawasan berisiko Covid-19.

Orang nomor satu Jawa Barat tersebut melarang wisatawan luar, terutama Jakarta untuk berwisata ke Bandung Raya.

Baca juga: Penampakan Antrean Panjang Pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Ada Anak-anak hingga Lesehan

Baca juga: Ilmuwan China Bantah Teori Adanya Kebocoran dari Laboratorium di Wuhan hingga Picu Wabah Covid-19

Adapun daerah yang termasuk kawasan Bandung Raya yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

"Kami mengimbau agar tidak ada wisatawan yang datang ke Bandung Raya selama tujuh hari ke depan, sampai pengumuman selanjutnya," kata Ridwan Kamil di Markas Kodam III Siliwangi, Selasa (15/6/2021)

"Khususnya pariwisata yang memang selalu ramai ada di KBB dan Kabupaten Bandung, kebetulan zona merah." 

Pria yang kerap disapa Kang Emil tersebut berharap kondisi siaga satu ini dipahami secara jelas bahwa Bandung Raya sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi penyebaran Covid-19.

Selain melarang wisatawan datang ke Bandung Raya, langkah lain yang dibuat Ridwan Kamil adalah dengan menunda pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Sekolah tatap muka kita tunda dulu ya khususnya yang zona merah pasti itu mah tidak boleh," ucapnya.

Selain itu dirinya juga meminta semua kegiatan peribadahan agama dibatasi dan diminta untuk dilakukan di rumah.

Sedangkan untuk perkantoran, dirinya menginstruksikan untuk memberlakukan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah kembali selama sepekan ke depan. 

WFH ini yakni pegawai yang hadir secara fisik di kantor hanya 25 persen, sesuai instruksi dari Mendagri, sedangkan sisanya yang 75 persen segera menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah.

Selain karena zona merah, Ridwan Kamil mempertimbangkan siaga satu Covid-19 karena angka keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di semua rumah sakit di Bandung Raya.

Diketahui keterisian tempat tidur di rumah sakit Bandung Raya sudah sangat kritis yakni rata-rata mencapai 84,19 persen.

Dirinya juga bercerita, bahwa sebelum libur lebaran keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di semua rumah sakit di Bandung Raya hanya sekitar 29 persen.

"PPKM Mikro kita sangat berhasil sampai Hari Salat Idulfitri, itu rumah sakit hanya 29 persen, rekor itu. Tiba-tiba lompatannya hanya dalam dua minggu dalam sebulan ini melompat ke 75 persen," ujarnya.

"Jadi kalau tadi Bandung Raya 84 persen, Jawa Barat adalah 75 persen, itu juga sama sudah melewati batas kritis 70 persen." (TribunWow.com/Krisna)

Berita terkait Kasus Covid-19 Lainnya

Sebagian artikel ini telah diolah dari Tribun Jabar dengan judul Ridwan Kamil Minta Wisatawan, Terutama dari Jakarta, Tak ke Bandung Raya Sepekan ke Depan dan Bandung Raya Siaga 1, Kembali Bekerja, Belajar, dan Ibadah di Rumah, Ini Kata Gubernur Jawa Barat
 

Sumber: Tribun Jabar
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved