Breaking News:

Kabar Ibu Kota

Sosok Zainul, Bos Pungli di JICT Tanjung Priok yang Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Pekerjaannya

Bos alis koordinator pungutan liar (pungli) di Jakarta International Container Terminal (JICT) bernama Achmad Zainul Arifin, akhirnya ditangkap polisi

Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Kompastv
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers mengenai penangkapan pelaku pungli dan premanisme di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Bos alis koordinator pungutan liar (pungli) di Jakarta International Container Terminal (JICT) bernama Achmad Zainul Arifin, akhirnya ditangkap polisi.

Aparat kepolisian membekuk Zainul pada Jumat (11/6/2021) malam.

Penangkapan ini berdasarkan hasil pengembangkan penyelidikan terhadap tuhuh tersangka pungli yang sudah diciduk lebih dulu.


Polres jakarta utara rilis(11/06) mengenai penangkapan 49 pelaku pungutan liar di pelabuhan tanjung priok. Pungutan yang ditarik kisaran 2000 rupiah sampai 20000 rupiah per pos penjagaan. (Sumber: ANGGI / KOMPAS TV)
Polres jakarta utara rilis(11/06) mengenai penangkapan 49 pelaku pungutan liar di pelabuhan tanjung priok. Pungutan yang ditarik kisaran 2000 rupiah sampai 20000 rupiah per pos penjagaan. (Sumber: ANGGI / KOMPAS TV) ()

Baca juga: Pelaku Pungli di Tanjung Priok Bisa Raup Rp 16 Miliar dalam Sebulan, Polisi Ungkap Alurnya

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Putu Kholis mengatakan, pada proses penangkapannya, polisi menyita barang bukti berupa sepasang sepatu yang diduga dibeli dari uang pungli.

"Barang bukti satu buah sepatu bola merk Adidas berwarna hitam hasil pembelian uang pungli senilai Rp 2.700.000," katanya, Sabtu (12/6/2021) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Bukan hanya Adidas, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp 600 ribu hasil pungli.

"Rinciannya, 120 lembar pecahan Rp 5.000," terang Putu.

Kata Putu, koordinator pungli tersebut menerima setiap uang hasil pungutan yang dilakukan oleh operator RTG. Nominalnya bervariatif dari Rp 5 ribu-Rp 20 ribu.

"Dan yang bersangkutan tidak menentukan nilai nominal dan sehari-hari bisa mendapatkan sebesar Rp 100 ribu-Rp Rp 150 ribu," jelas Putu.

Sebelumnya diketahui, saat penangkapan, tersangka sempat mengoordinir para pelaku agar bisa terbebas dari tuduhan ketika ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Zainul dijerat dengan Pasal 368 juncto 55 KUHP. Lebih lanjut, polisi masih mencari tahu sudah berapa lama ia melakukan pungli.

Sosok Zainul

Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Sabtu (12/6/2021), Zainul bekerja sebagai supervisor, pengawas operator crane.

"Ia adalah supervisor, pengawas dari operator crane. Tetapi hasil pemeriksaan, dia mengetahui adanya pungutan-pungutan tersebut, dan dia mendapat bagian," ungkap Kapolres Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana.

Sebelum menangkap Zainul, polisi terlebih dulu menangkap tujuh orang yang merupakan karyawan PT JICT dan bertugas untuk mengoperasikan crane untuk mengangkut dan memindahkan kontainer.

Diketahui, tujuh orang tersebut bekerja pada shift malam dan bertugas memberikan pelayanan jasa ke pelabuhan bongkar muat kontainer.

"Mereka adalah tim shift malam di JICT, mereka adalah shift malam yang bertugas memberikan pelayanan jasa kepelabuhan bongkar muat kontainer."

"Mereka melakukan kegiatan mengoperasikan crane, untuk mengangkut dan memindahkan kontainer", paparnya Kholis.

Puluhan Diamankan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya telah mengamankan puluhan pelaku pungli, tak lama setelah keluhan sopir truk disampaikan kepada Jokowi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved