Breaking News:

Terkini Daerah

Alami Pelecehan Seksual di KRL, Karyawati Bank Pilih Viralkan di Medsos Gara-gara Sikap Petugas

S mengaku kecewa atas sikap petugas berwenang yang tak membelanya ketika dirinya melaporkan kasus pelecehan seksual yang ia alami di KRL.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube tvOneNews
S, karyawati bank yang mengalami pelecehan seksual ketika menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Stasiun Jakarta Kota-Cikarang, Jumat (4/6/2021) malam. 

TRIBUNWOW.COM - Kecewa akan sikap petugas dalam menangani laporan pelecehan seksual, S memilih untuk memviralkan kejadian yang ia alami menggunakan sarana media sosial (medsos).

Korban yang kesehariannya bekerja sebagai karyawati bank itu mengalami pelecehan seksual ketika menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Stasiun Jakarta Kota-Cikarang, Jumat (4/6/2021) malam.

Menurut pengakuan S, dirinya sama sekali tak mendapatkan dukungan dari petugas berwenang ketika melaporkan kasus pelecehan seksual yang ia alami.

Foto terduga pelaku (kanan) yang melakukan pelecehan seksual terhadap S (kiri) di KRL KA 1452 tujuan Cikarang pada Jumat (4/6/2021) pukul 19.00 WIB.
Foto terduga pelaku (kanan) yang melakukan pelecehan seksual terhadap S (kiri) di KRL KA 1452 tujuan Cikarang pada Jumat (4/6/2021) pukul 19.00 WIB. (Kolase (YouTube Tribun Kaltim Official)) dan (YouTube tvOneNews))

Baca juga: Begini Nasib Admin Twitter KAI Commuter seusai Seenaknya Jawab Laporan Pelecehan Seksual

Hal tersebut disamapikan oleh S dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Minggu (6/6/2021).

S bercerita, setelah memergoki pelaku ketika beraksi, dirinya dan pelaku sama-sama pergi ke ruang petugas di Stasiun Jatinegara.

Di sana, dirinya melaporkan pelecehan yang ia alami saat naik KRL.

Namun karena pelaku membantah dan dirinya tidak memiliki bukti yang cukup, petugas tidak menindaklanjuti laporan dari S.

"Tetapi si pelaku ini tidak mau mengaku tindakannya, dan dia selalu menyangkal," kata S.

"Petugas pun pada saat itu, saya tidak mendapatkan pembelaan untuk tindak lanjutnya karena dengan alasan saya tidak memiliki bukti dan saksi," sambungnya.

S bercerita saat itu dirinya hanya memiliki satu saksi yakni seorang temannya yang pada saat kejadian berada dalam satu gerbong.

Menurut pengakuan S, dirinya awalnya tidak ada niat untuk memviralkan kasus ini.

Namun karena kecewa akan sikap petugas, ia memilih untuk menyuarakan hal yang ia alami lewat medsos.

"Setelah saya tidak mendapatkan pembelaan, saya kecewa," ujar S.

"Sebenarnya saya tidak berinisiatif untuk memviralkan ini."

"Karena saya tidak mendapatkan pembelaan dan si pelaku tidak mau jujur, akhirnya saya video si pelaku dan saya upload di media sosial saya," lanjutnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved