Viral Medsos
Viral Wisatawan Jogja Curhat Dipaksa Sewa Jip Rp 550 Ribu, Asosiasi Jip hingga Bupati Angkat Bicara
Curhatan seorang wisatawan yang mengaku dipaksa menyewa mobil jip sehara Rp 550 ribu, viral di media sosial.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Curhatan seorang wisatawan yang mengaku dipaksa menyewa mobil jip sehara Rp 550 ribu, viral di media sosial.
Wisatawan tersebut hendak pergi menuju ke Petilasan Mbah Maridjan dengan kendaraan pribadi.
Dikutip dari Tribun Jogja pada Senin (31/5/2021), saat itu ia diberhentikan dan diminta untuk memarkirkan kendarannya di Umbulharjo serta diminta untuk menyewa jip dengan alasan jalan rusak.
Baca juga: Viral Video Bupati Alor Marah-marah Sindir Mensos Risma: Itu Menteri Omong Mulu
Padahal wisatawan tersebut merasa jalan tersebut bisa dilalui dengan kendaraan pribadi.
"Sekitar pukul 11.00 Saya sampai di jalan depan lokasi yang Saya foto. Kemudian petugas di sana memberhentikan saya dan meminta untuk parkir, katanya ini lokasi parkir terakhir," ujar Iqbal Basyari (30) dalam keteranganya, Senin (31/05/2021), dikutip dari Kompas.com.
"Mereka bilang kalau mau naik harus pakai jip, enggak boleh pakai kendaraan pribadi, alasannya jalan jelek, banyak jip, padahal setahu saya jalan di sana bagus karena itu jalur evakuasi warga lereng Merapi."
"Kalau masalah banyak jip, itu memang wajar dan mustinya semua pengendara berhati-hati di jalan raya."
"Saya nunggu sekitar 15 menit, lihat ternyata motor boleh naik, mobil pribadi pelat AB juga boleh naik, tapi mobil saya pelat AD dilarang naik," sambung dia.
Karena melihat wisatawan lain diperkenankan naik, dia protes terhadap oknum tersebut.
"Jawabannya tetap sama, saya harus pakai jip atau sewa motor dengan biaya sewa jip Rp 350.000-Rp 550.000 sesuai rute yang mereka tentukan," jelasnya.
Tidak ingin berdebat lebih lama, wisatawan tersebut memutar balik kendaraannya dan membatalkan niatnya.
"Saya bawa keluarga, akhirnya saya pilih turun. Uang segitu bagi saya tidak sebanding dengan tujuan yang ingin kami datangi, hanya 1,5 km lagi sampai," urainya.
Tanggapan Asosiasi Jip hingga Bupati Sleman
Setelah kejadian tersebut dia curhat di media sosial dan hal tersebut menjadi viral, Ketua Asosiasi Jip, Bambang Sugeng menanggapi hal tersebut.
Menurutnya keluhan tersebut terus terjadi berulang kali dan pegiat jip tidak nyaman dengan hal ini.