Breaking News:

Terkini Nasional

Kontroversi Abdee Slank Jadi Komisaris BUMN, Pengamat Yakin Hanya Bagi-bagi Kue: Pentingnya Apa?

Gitaris Slank Abdi Negara Nurdin alias Abdee menuai sorotan setelah menjadi komisaris perusahaan BUMN, PT Telkom Indonesia.

Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
Gitaris band Slank, Abdi Negara Nurdin alias Abdee. Ia menuai sorotan seusai diangkat menjadi komisaris perusahaan BUMN, PT Telkom Indonesia. 

TRIBUNWOW.COM - Gitaris Slank Abdi Negara Nurdin alias Abdee menjadi sorotan setelah menjadi komisaris perusahaan BUMN, PT Telkom Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, sebagian pihak menilai Abdee Slank hanya mendapat keuntungan seusai menjadi pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama masa kampanye.

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menganggap pengangkatan Abdee Slank itu hanyalah bentuk bagi-bagi kue era Jokowi.

"Itu menurut saya tak lebih daripada bagi-bagi kue saja. Jadi memang itu kebijakan kontraproduktif menurut saya," ujar Trubus, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (29/5/2021).

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah angkat bicara terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sebagian wilayah.
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah dalam acara DUA ARAH Kompas TV. Terbaru, Trubus mengkritik pengangkatan Abdee Slank sebagai komisaris perusahaan BUMN, PT Telkom Indonesia. (Channel YouTube Kompas TV)

Baca juga: Diragukan Ekonom, Ini Profil Abdee Slank yang Diangkat Jadi Komisaris PT Telkom

Baca juga: Abdee Slank Diangkat Jadi Komisaris PT Telkom oleh Erick Thohir, Ini Komentar Musisi hingga Pengamat

Trubus menganggap pembagian jabatan bagi pendukung Jokowi seharusnya segera dihentikan.

Ia menyebut, praktik tersebut bisa menjadi contoh buruk untuk pemilihan presiden berikutnya.

Terlebih, menurut dia, posisi yang dijabat Abdee kini tak main-main.

"Nanti misalnya 2024 ada pilpres lagi ya kan, orang berbondong-bondong mendirikan relawan, hanya tujuannya untuk mendapatkan itu, itu kan pembelajaran tidak baik," sambungnya.

Selain itu, Trubus turut menyinggung nama Menteri BUMN Erick Thohir.

Ia menilai, Erick Thohir seolah menutup mata hingga mengangkat Abdee Slank sebagai komisaris PT Telkom Indonesia yang bergerak di bidang komunikasi.

Trubus mengaku khawatir keberadaan Adee Slank bisa membebani komisaris PT Telkom lainnya yang memiliki latar belakang seusai.

Baca juga: Potret Sophia Latjuba Gandeng Abdee Slank Hadiri Pernikahan Mantan, Unggah Selfie Berdua

Baca juga: Abdee Slank dan Istri Ternyata Sudah Pisah Ranjang sejak 10 Tahun Silam

Paling tidak di situ didudukkanlah orang-orang yang punya kapasitas, artinya mereka-mereka yang entah ilmuan di bidang IT atau apa, karena kita sekarang ini negara ini butuh orang-orang yang (punya) inovasi," sambungnya.

"Menurut saya, Pak Erick Thohir itu kurang berpikir komprehensif, tidak memahami situasi batin masyarakat yang sekarang ini sedang terdampak Covid, di mana masyarakat kita banyak di-PHK, banyak juga mengalami kesulitan-kesulitan ekonomi," kata Trubus.

Menurut Trubus, wajar apabila publik memertanyakan keputusan menujuk Abdee Slank sebagai petinggi PT Telkom.

Hal itu berkaitan dengan latar belakang Abdee Slank yang dinilai tak sesuai.

"Publik menganggap itu tidak perlu, tidak ada urgensinya, tidak ada signfikansinya, pentingnya apa sih? Karena tidak sesuai dengan situasi yang ada," jelasnya.

Dikutip dari Tribunnews.com, berikut susunan dewan komisaris dan dewan direksi hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2020 adalah sebagai berikut:

Dewan komisaris:

Komisaris Utama/Komisaris Independen: Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Komisaris Independen: Wawan Iriawan

Komisaris Independen: Bono Daru Adji

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved