Terkini Daerah
Ini Alasan MDS Ancam Kurir Pakai Pedang saat COD: Saya Agak Trauma dan Kemarin Itu Spontan
Paket yang diterima oleh MDS (43) ternyata bukan berisi jam, melainkan hanya kardus kosong yang kemudian membuatnya emosi.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Bermula dari menerima paket berisi kardus kosong, MDS (43) tak kuasa menahan emosinya dan mengancam kurir memakai pedang meminta uangnya dikembalikan seusai bertransaksi secara cash on delivery (COD).
Kejadian pengancaman atau penodongan itu diketahui terjadi di rumah pelaku di Kampung Parung Beunying, Jalan Musyawarah, Kelurahan Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (25/5/2021) malam.
Kini berstatus tersangka, MDS mengaku menyesal dan melakukan aksi pengancaman akibat rasa trauma yang ia miliki.

Baca juga: Ancam Kurir Pakai Pedang saat COD, Pelaku Ternyata Anggota Mitra Polisi: Saya Malu Sekali
Dikutip dari TribunJakarta.com, hal itu disampaikan oleh MDS saat konferensi pers di Mapolsek Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (27/5/2021).
MDS bercerita, dirinya sudah tertipu dua kali sebelum mengancam kurir pakai katana.
Ia bercerita, dirinya pernah mengurus penipuan jual beli online sesuai prosedur yang berlaku namun ia sebut selalu gagal.
"Sudah boleh dibilang saya sudah ratusan kali dan udah pernah dua kali ketipu," ujar MDS.
"Makanya saya sedikit trauma dan saya minta uang itu dikembalikan langsung oleh kurir, enggak melewati proses. Karena kalau lewati proses itu enggak pernah deal," sambungnya.
MDS mengatakan dirinya hanya spontan mengancam sang kurir pada saat itu.
"Makanya saya agak trauma dan kemarin itu spontan aja. Saya tidak ada maksud menyakiti, karena saya tidak punya nyali untuk menyakiti orang. Saya cuma mau menakut nakuti agar uang saya kembali. Karena memang uang saya minim sekali," jelas MDS.
Terkait hal ini, Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Jun Nurhaida menyatakan akan mengusut pihak yang menjual barang ke pelaku atau seller.
"Nanti akan dilidik, asal usul barang itu, dan juga saksi kurir tadi kurir Si Cepat itu sudah diperiksa," ujar Jun, Kamis (27/5/2021).
"Yang diperiksa, korban (kurir), kemudian saksi ya, kemudian pelaku (MDS)," pungkas Jun.
Pada konferensi pers tersebut, pelaku juga mengaku malu.
Ia merasa malu karena dirinya sebagai anggota dari organisasi Mitra Polri yakni Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Polsek Parung, seharusnya bisa menjadi contoh bagi masyarakat.
"Saya mitra polisi, saya malu sekali sama polisi. Saya harusnya bisa mencontohkan," ujar MDS, Kamis (27/5/2021).
"Tapi sekarang saya jadi pelaku, saya menyesal dan mohon maaf sekali pada semua pihak yang merasa dirugikan," sambungnya.
MDS turut meminta maaf kepada kurir dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
"Kepada pihak kurir yang djrugikan sayaa minta maaf. Saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan ini lagi," ungkap MDS.
Pada saat meminta maaf, nampak air mata MDS menetes.
Dirinya menegaskan tak pernah punya niat untuk menyakiti sang kurir.
"Saya hanya sekadar menakut nakuti karena saya tidak punya nyali untuk menyakiti orang lain. Dan tidak pernah saya menyakiti orang lain apalagi melukai dengan senjata tajam," ujarnya.
Akibat aksinya tersebut, MDS terancam hukuman penjara selama 12 tahun.
Ia dijerat dengan pasal 368 (1) subsuder pasal 2 (1) Undang-Undang darurat nomor 12 tahun 1951.
Baca juga: Viral Pembeli Ancam Kurir Pakai Pedang saat COD, Warga Curiga Pelaku Mabuk: Bau Anggur
Ternyata Ini Isi Paket Pelaku
MDS diketahui mengamuk lantaran paket yang ia buka ternyata bukan berisi jam tangan seperti yang ia pesan.
Fakta tersebut disampaikan oleh Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Jun Nurhaidah Tampubolon dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Kamis (27/5/2021).
Kompol Jun menyampaikan, pelaku diketahui memesan barang pada 23 Mei kemarin dan diantar oleh kurir ke rumah pada 25 Mei.
Baca juga: Viral Ancam Kurir COD Pakai Pedang, Pelaku Ternyata Emosi Kena Tipu Belanja Online di Facebook
pelaku kemudian langsung membayar tunai lewat sistem COD kepada sang kurir.
Tetapi begitu dibuka, paket yang diterima oleh pelaku tak sesuai dengan apa yang dipesan.
"Ternyata tidak sesuai dengan apa yang dipesan," jelas Kompol Jun.
"Setelah dibuka tidak sesuai, kemudian dia minta kepada si kurir untuk mengembalikan uangnya."
Kurir sempat menolak mengembalikan uang pelaku dan meminta pelaku mengurus sesuai SOP yang berlaku.
"Kemudian kurir tidak mengembalikan langsung dan akhirnya pelaku marah masuk ke rumah mengambil samurai (katana), mengancam korban si kurir," papar Kompol Jun.
Karena pelaku sudah membawa katana, korban yakni si kurir akhirnya menyerahkan kembali uang Rp 85 ribu milik pelaku.
Diketahui, isi paket yang diterima pelaku adalah bungkus rokok.
"Dia pesan jam tangan, ternyata barang yang datang adalah berupa bungkus rokok yang dalamnya kosong," kata Kompol Jun.
Seusai pulang dari tempat kejadian perkara (TKP), korban diketahui pulang ke tempat kerjanya dan bercerita ke rekan-rekan kerjanya hingga akhirnya menjadi viral.
Dalam video yang beredar di media sosial terlihat pembeli yang berada di depan rumah sedang memarahi kurir dan menuduh kurir tersebut telah menipu dirinya.
Pembeli tersebut dengan nada tinggi meminta si kurir mengembalikan uangnya dan mengamcam akan melaporkannya terkait penipuan.
"Kalau situ nggak balikin duit saya, situ bahaya," ujar pembeli tersebut.
Mencoba menenangkan pembeli, kurir tersebut mempersilahkan pembeli pelaporkannya.
"Kalau bapak mau ngelaporin saya silakan," ujar kurir dalam video tersebut.
Dia kemudian mengambil pedang di dalam rumahnya dan mengeluarkan pedang tersebut dari sarung pedangnya.
Video berdurasi 40 detik ini viral di tengah banyaknya kasus serupa yang terungkap ke publik. (TribunWow.com/Anung)
Sebagian artikel ini diolah dari TribunJakarta.com dengan judul Kurir Ditodong Pedang saat COD, Pria Ini Ngaku Tertipu:Beli Jam Rp85 Ribu, Malah Dapat Kardus Kosong, Pelaku Pengancam Kurir di Ciputat Menangis, Akui Malu dan Sesali Perbuatannya dan Tangis Penyesalan Pengancam Kurir COD Pakai Pedang di Ciputat: Saya Tak Punya Nyali Sakiti Orang