Terkini Nasional
Begini Pengakuan Penyidik KPK yang Dinonaktifkan meski Tengah Buru Politisi PDIP Harun Masiku
Ronal Paul menjadi satu di antara 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinonaktifkan seusai tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Ronal Paul menjadi satu di antara 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinonaktifkan seusai tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Dilansir TribunWow.com, pria yang menjabat sebagai penyidik itu kini tak bisa melakukan kegiatan apa pun meski setiap hari masih datang ke kantor KPK.
Padahal, kini Ronal menjadi satu-satunya penyidik KPK yang menangani kasus suap Politisi PDIP Harun Masiku.

Baca juga: Istana Pastikan KPK Tak Membangkang dari Pesan Jokowi saat Pecat 51 Pegawai Tak Lulus TWK
Baca juga: Respons Moeldoko soal Kontroversi Hasil Seleksi TWK Pegawai KPK: Kenapa Begitu Diributkan?
Hal itu diungkapkannya dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021).
"Alhamdulillah masih ke kantor, ya sama seperti yang lain hanya baca email, cek-cek WA gitu aja," ujar Ronal.
"Merasa makan gaji buta enggak?," sahut Presenter Najwa Shihab.
"Sangat," jawab Ronal singkat.
Ronal mengaku sangat tak nyaman seusai dinonaktifkan dari KPK.
Pasalnya, ia kini tak bisa melakukan kegiatan penyidikan apa pun meski tengah menangani kasus suap Harun Masiku.
Baca juga: Dugaan Buron KPK Harun Masiku Dibunuh Disebut oleh MAKI: Track Record Nggah Pernah Sakit
Baca juga: 51 Pegawai Tak Lolos TWK Dipecat, Novel Ungkit Pesan Jokowi: Oknum Pimpinan KPK Tetap Ngotot
"Dari hati nurani merasa tidak enak aja, tidak bisa melaksanakan kegiatan apa-apa," ujarnya.
"Padahal sebenarnya Anda sedang menangani kasus apa?," sambung Najwa Shihab.
"Salah satu DPW yang sedang dicari mungkin," kata Ronal.
"Harun Masiku bukan?," sahut Najwa Shihab.
"Iya," jawab Ronal.
Ronal mengaku dinonaktifkan meski menjadi satu-satunya penyidik yang tangani kasus Harun Masiku.