Breaking News:

Terkini Daerah

Raup Rp 271 Juta, Dokter Penjual Vaksin Sinovac Ilegal Mengaku Kerjasama dengan Oknum Dinkes Sumut

Empat orang tersangka ditetapkan dalam kasus dugaan jual beli vaksin Sinovac di wilayah Medan, Sumatera Utara.

Capture YouTube KOMPASTV
Tersangka kasus jual beli vaksin Sinovac, IW, memberikan pengakuan pada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Panca Putra Simanjuntak, Sabtu (22/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Empat orang tersangka ditetapkan dalam kasus dugaan jual beli vaksin Sinovac di wilayah Medan, Sumatera Utara.

Sejumlah tersangka merupakan aparatur sipil negara yang bekerja di dinas kesehatan.

Selain itu ada seorang dokter di rumah tahanan Tanjung Gusta, dan seorang agen properti yang menjadi koordinator.

Suasana pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) secara massal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 massal dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI.
Suasana pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) secara massal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 massal dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI. (Tribunnews/Jeprima)

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Ini Link dan Cara Daftarnya, Dibuka hingga 21 Mei 2021

Baca juga: Dokter Tirta Tanggapi soal Pria di Jakarta Meninggal seusai Divaksin AstraZeneca: Harap Tetap Tenang

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Panca Putra Simanjuntak, menerangkan bahwa perbuatan ilegal tersebut telah dilakukan sejak bulan April 2021.

Menurut Panca Putra, vaksin tersebut merupakan jatah pelayan publik dan sejumlah tahanan di Tanjung Gusta.

Namun oleh keempat pelaku, vaksin tersebut justru ditawarkan pada masyarakat yang bersedia membayar.

Hingga kini, vaksinasi ilegal tersebut telah dilaksanakan sebanyak 15 kali secara berkelompok dengan total jumlah orang yang divaksin 1.085 orang.

Adapun keempat pelaku tersebut adalah SW (40) merupakan agen properti, IW (45) seorang dokter di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, KS (47) seorang dokter di Dinas Kesehatan Sumut, dan SH merupakan aparatur sipil negara di Dinkes Sumut.

Ia mengaku sebagai fasilitator ketika ditanya oleh Panca Putra pada saat gelar perkara.

"Saya menjembatani teman-teman yang sangat ingin diberikan vaksin," kata SW dilansir KompasTV, Sabtu (22/5/2021).

Halaman
123
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved