Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Soleman Ponto Tak Setuju Jokowi Ikut Urus Palestina dan Israel: Kenapa Kita Harus Pusing

Pernyataan kontroversial diberikan oleh Mantan Kepala Intel TNI yang menilai tak perlu Indonesia ikut campur soal Israel serang Palestina.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
VOA/AFP
Seorang pemuda Palestina menggendong seorang anak laki-laki, terluka dalam serangan udara Israel, di dalam sebuah rumah sakit di Kota Gaza City pada, 12 Mei 2021. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan pernyataan yang meminta agar Israel menghentikan serangan mereka terhadap Palestina.

Pernyataan tersebut dibarengi langkah Jokowi mendesak agar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mau bergerak menindak Israel.

Di sisi lain, pernyataan berlawanan dikeluarkan oleh Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto.

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto menyatakan, tak perlu Indonesia ikut campur urusan Palestina yang kini tengah diserang Israel. Disampaikan oleh Soleman dalam acara Kabar Petang tvOne, Kamis (20/5/2021).
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto menyatakan, tak perlu Indonesia ikut campur urusan Palestina yang kini tengah diserang Israel. Disampaikan oleh Soleman dalam acara Kabar Petang tvOne, Kamis (20/5/2021). (YouTube tvOneNews)

Baca juga: Kesaksian Jurnalis di Gaza, Sebut Serangan Israel Kali Ini Paling Parah: Ini Brutal

Soleman tegas menyatakan, tak perlu Indonesia ikut campur urusan Palestina yang kini tengah diserang Israel.

Pernyataan itu disampaikan oleh Soleman dalam acara Kabar Petang tvOne, Kamis (20/5/2021).

"Ngapain kita urus-urus jauh-jauh di sana," kata Soleman.

Ia berpendapat, Indonesia tak perlu mengurus persoalan Palestina dan Israel.

"Kita saja di dalam negeri masih banyak masalah, biarkanlah itu kan urusan Israel dan bangsa Palestina," kata dia.

"Kenapa kita perlu ikut-ikutan."

Baginya, yang terpenting saat ini, pemerintah Indonesia berfokus pada permasalahan dalam negeri.

"Kita sendiri masih banyak masalah, mari kita urus saja diri kita sendiri," ujar dia.

Menurut Soleman, serangan Israel ke Palestina rutin terjadi, dan tidak tahu siapa yang salah.

"Mereka (Palestina dan Israel) kan dari dulu seperti itu, kita juga tidak tahu mana yang benar, mana yang salah," kata dia.

"Biar mereka sendiri yang menyelesaikan permasalahan, kenapa kita harus ikut-ikutan, kita juga masih punya masalah," sambungnya.

Bahkan Soleman berpendapat, apa yang dilakukan oleh Israel adalah membalas serangan dari Hamas.

"Israel itu membalas, kalau dilihat sejak awal kan diganggu," ujar Soleman.

Soleman lalu tegas menyatakan bahwa dirinya tidak setuju dengan sikap Presiden Jokowi dan pemerintah Indonesia yang ikut bersuara meminta Israel menghentikan serangan terhadap Palestina.

Ia justru setuju dengan pernyataan dari Mantan Ketua Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) AM Hendropriyono yang mengeluarkan pernyataan kontroversial bahwa Indonesia tidak perlu ikut-ikutan mengurus Palestina.

"Saya tidak setuju (dengan pemerintah Indonesia), saya sependapat dengan Pak Hendropriyono," kata Soleman.

"Kita masih banyak urusan di dalam negeri," tegas dia.

Menurut Soleman, Indonesia tidak paham betul apa yang terjadi di Palestina.

"Kenapa kita harus pusing-pusing dengan mereka, biarkan saja urusan diri sendiri," pungkasnya.

Baca juga: Pejabat Hamas Harapkan Adanya Gencatan Senjata Gerilyawan Gaza dan Israel dalam 1 atau 2 Hari

Simak videonya mulai menit awal:

Pemimpin Hamas Surati Presiden Jokowi

Sementara itu, Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, mengirim surat pada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (18/5/2021).

Dilansir TribunWow.com, dalam suratnya, Haniyeh meminta Jokowi menggalang dukungan untuk menghentikan serangan brutal Israel yang telah menewaskan ratusan warga Palestina.

Indonesia diminta menggalang dukungan dari negara Arab dan negara lainnya untuk mengakhiri agresi militer Israel di Jalur Gaza.

"Kami meminta Anda untuk bertindak segera, dan untuk memobilisasi dukungan Arab, Islam dan internasional, untuk mengambil posisi yang jelas dan tegas untuk mewajibkan pendudukan segera mengakhiri agresi dan teror yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap Jalur Gaza yang terkepung," tulis Hayes dalam suratnya.

Baca juga: Pria di Gaza Gambarkan Momen Mengerikan Serangan Drone Israel, Ajak Istri yang Hamil Melarikan Diri

Dikutip dari Anadolu Agency, Haniyeh mendorong diakhirinya kekerasan terhadap warga Palestina.

Haniyeh menyinggung ancaman penggusuran warga Palestina di Sheikh Jarrah, diskriminasi sosial hingga Yudaiisasi.

Haniyeh berharap Indonesia di tangan Jokowi bisa menyatukan dukungan internasional untuk meminta Israel mundur dari Al Aqsa.

"Semoga Tuhan menjaga dan mengaruniakan kesuksesan, dan untuk persaudaraan Indonesia kemajuan lebih lanjut," sambungnya.

Surat ini bukanlah yang pertama dikirimkan pemimpinan Hamas pada Jokowi.

Pada 10 Mei 2021 lalu, pemimpin Hamas ini juga pernah menyurati Jokowi dan meminta sang presiden menyatukan kekuatan umat Islam melawan kekerasan Israel selama bulan Ramadhan.(TribunWow.com/Anung/Tami)

Sebagian artikel ini telah diolah dari Tribunnews.com dengan judul Pemimpin Hamas Surati Presiden Jokowi, Meminta Indonesia Segera Bertindak

Baca artikel lain terkait

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Soleman PontoJokowiPalestinaIsraelKonflik Palestina Vs Israel
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved