Konflik Palestina Vs Israel
Pria di Gaza Gambarkan Momen Mengerikan Serangan Drone Israel, Ajak Istri yang Hamil Melarikan Diri
Seorang pria pekerja di Gaza menceritakan momen menakutkan serangan drone, pesawat tak berawak dari Israel.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Seorang pria pekerja di Gaza menceritakan momen menakutkan serangan drone, pesawat tak berawak dari Israel.
Dikutip TribunWow.com dari Metro.co.uk, pria bernama Yousef Hammash (29) itu bahkan harus melarikan diri dari apartemen bersama sang istri yang hamil 8 bulan, Selasa (18/5/2021).
Yousef menjelaskan bahwa tidak ada tempat yang aman di wilayah Palestina setelah rumahnya hancur karena rudal ditembakkan ke bagian bawah blok perumahannya.
Baca juga: Benjamin Netanyahu Klaim Israel Berhasil Membuat Hamas Mundur Bertahun-tahun di Gaza
Untuk itu, Yousef beserta keluarga dan tetangganya pilih mengungsi.
Diceritakan, Yousef yang berprofesi sebagai pekerja kemanusiaan untuk Dewan Pengungsi Norwegia (NRC), baru saja hendak mandi di rumahnya pada 11 Mei 2021 pukul 18.00 sore ketika gedung lima lantai itu dihantam.
Dia khawatir serangan roket akan diikuti oleh serangan yang lebih dahsyat oleh pesawat perang dalam jenis sistem peringatan atau prekursor yang digunakan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
"Serangan drone menghantam apartemen lantai pertama di bawah apartemen saya," kata Yousef.
"Saya sedang bersama istri saya yang sedang hamil dan putri saya yang berusia tiga tahun saat itu, jadi kami harus melarikan diri ke rumah orangtua saya di lingkungan yang sama, kami tidak membawa apa-apa."
"Ada banyak asap dan ada api dari sebuah toko kecil di depan gedung tempat kami tinggal."
"Tentu saja itu menakutkan tetapi yang saya pikirkan hanyalah melarikan diri dengan cepat."
"Saya punya istri yang sedang hamil delapan bulan. Saya tidak tahu apakah ada kata-kata untuk menggambarkan perasaan saya saat itu."
"Kami menghabiskan malam pertama di orang tua saya, yang merupakan malam gila, salah satu yang terpanjang dalam hidup saya. Ada tiga puluh serangan udara oleh angkatan udara Israel dalam satu menit di satu tempat."
"Saya kembali keesokan harinya untuk mendapatkan beberapa pakaian untuk istri dan putri saya dan langsung setelah saya memasuki apartemen mereka menyerang lagi."
"Malam itu terjadi pemboman yang sangat hebat dengan F-16 sehingga seluruh lingkungan harus pergi," sambungnya.
Baca juga: Paus Fransiskus Mengecam Tindakan Kekerasan yang Dilakukan Israel untuk Palestina
Keluarga Yousef sekarang tinggal bersama ayah istrinya, yang juga tinggal di kota, di mana mereka terkena dampak pemadaman listrik.
Dampak serangan drone pertama menghancurkan kaca jendela di apartemen Yousef dan menyebabkan kerusakan pada cermin dan furnitur. (TribunWow.com/Atri WM)