Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Kesaksian Jurnalis di Gaza, Sebut Serangan Israel Kali Ini Paling Parah: Ini Brutal

Sejumlah jurnalis di Gaza menceritakan kengerian serangan Israel yang terjadi beberapa hari ini.

Al-Jazeera/Hossam Salem
Jurnalis foto di Gaza, Hossam Salem menceritakan risiko yang ia hadapi saat meliput serangan Israel di Gaza. 

TRIBUNWOW.COM - Korban jiwa terus bertambah di Gaza, Palestina akibat serangan bom dari Israel.

Hingga Kamis (20/5/2021). total 230 warga Palestina telah tewas, 65 di antaranya adalah anak-anak.

Para jurnalis yang berada di Gaza, menyebut konflik yang terjadi saat ini paling brutal dibanding serangan pada tahun-tahun sebelumnya.

Koresponden Al-Jazeera di Gaza, Ghalia Hamad menyebut serangan Israel kali ini adalah yang paling parah.
Koresponden Al-Jazeera di Gaza, Ghalia Hamad menyebut serangan Israel kali ini adalah yang paling parah. (Al-Jazeera/Ghalia Hamad)

Baca juga: Pejabat Hamas Harapkan Adanya Gencatan Senjata Gerilyawan Gaza dan Israel dalam 1 atau 2 Hari

Hal tersebut disampaikan oleh Ghalia Hamad (30), seorang jurnalis yang bekerja untuk Al-Jazeera di Gaza.

Hamad bercerita, dirinya merasa konflik kali ini adalah yang paling parah.

"Ini adalah perang yang brutal. Ini pertama kalinya kami merasakan serangan yang begitu ganas. Perang terakhir pada tahun 2014, dan 2012 serta 2009 sama seramnya, namun ini adalah yang terparah," ungkap ibu 2 anak tersebut, dikutip dari Al-Jazeera.com, Kamis (20/5/2021).

Meskipun dihantui rasa takut terkena serangan, Hamad berkomitmen untuk terus menyuarakan kebenaran tentang apa yang terjadi di Gaza.

"Saya harus terus menyampaikan pesan dan menceritakan apa yang terjadi kepada orang-orang," ungkap Hamad.

Di sisi lain, jurnalis Hossam Salem (32) mengaku awalnya tak berencana untuk meliput serangan Israel di Gaza.

Pada saat lebaran kemarin, dirinya pulang ke Gaza, Palestina karena ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarganya.

Ia tidak menyangka Israel kemudian melancarkan serangan.

Salem menyadari betul bahaya yang ia hadapi ketika meliput perang langsung dari TKP.

"Ada risiko besar pergi ke tempat yang dibom tanpa tahu apakah serangan Israel masih berlanjut atau tidak," ujar Salem.

Ia bercerita, serangan Israel di Gaza menyasar hampir semuanya, mulai dari gedung, pemukiman warga, jalan, rumah, hingga kantor berita.

"Kita harus berhadapan dengan segala bahaya dari serangan Israel," ujar Salem.

Baca juga: Pemimpin Hamas Surati Presiden Jokowi, Minta Indonesia Turun Tangani Konflik dengan Israel

Tetap Siaran di Tengah Serangan Roket Israel

Sebelumnya diberitakan, detik-detik serangan Israel sempat terekam oleh reporter dari kantor berita Al Jazeera yang melakukan siaran langsung di Gaza.

Rekaman itu diunggah lewat akun YouTube Guardian News, Kamis (13/5/2021).

Pada video itu nampak jurnalis wanita dari Al Jazeera, bernama Youmna Al Sayed melakukan siaran langsung di tengah-tengah Kota Gaza.

Dalam siaran langsung itu terdengar jelas suara ledakan roket yang ditembakkan oleh Israel ke Gaza.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved