Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Satu-satunya Lab Covid-19 di Gaza Dihancurkan Israel, Saksi Mata: Tiba-tiba Rudal F16 Menghantam

Setelah membombardir dua gedung Kementerian Palestina, Minggu (16/5/2021), Israel kini melanjutkan serangannya dengan menargetkan permukiman warga.

Editor: Lailatun Niqmah
AFP/SAID KHATIB
Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Rafah, di Jalur Gaza selatan, pada 17 Mei 2021. 

TRIBUNWOW.COM - Setelah membombardir dua gedung Kementerian Palestina, Minggu (16/5/2021), Israel kini melanjutkan serangannya dengan menargetkan permukiman warga.

Dalam aksi serangan brutalnya pada Senin (17/5/2021), pengebomam oleh jet Israel itu  menyebabkan kerusakan pada puluhan gedung di sekitar permukiman, termasuk satu-satunya laboratorium Covid-19 di Gaza.

Dikutip dari Middle East Eye, tak hanya lab utama itu, panti asuhan, sekolah khusus perempuan, dan kantor Kementerian Kesehatan Palestina juga mengalami kerusakan. 

Baca juga: Buntut Serangan Israel, Pembangunan Masjid Rancangan Ridwan Kamil di Jalur Gaza Terpaksa Dihentikan

Saksi mata mengungkapkan, Gedung Ghazi al-Shwwa yang memiliki enam lantai itu dihujani tiga rudal hingga lantai atas hancur.

"Jika Kementerian Kesehatan tidak aman, maka tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza."

"Ini adalah kejahatan perang dan dunia tidak bisa tinggal diam," kata Abu Hamed Abufoul, seorang saksi mata.

"Saya datang dengan anak saya untuk menarik sejumlah uang tunai dari ATM, tetapi tidak berfungsi karena (serangan), jadi kami berhenti sejenak untuk memikirkan ATM mana yang harus kami tuju, dan tiba-tiba sebuah rudal F16 menghantam tempat itu," lanjutnya.

Abu Hamed berlari menuju gedung Kemenkes, namun kondisinya mengenaskan dan ada dua staf di kantor itu yang terluka.

Wakil Menteri Kesehatan di Gaza, Dr. Yousef Abu al-Rish mengatakan layanan telemedicine yang disediakan kemenkes selama pandemi Covid-19 dihentikan setelah sejumlah dokter terluka.

"Menargetkan gedung Kementerian Kesehatan, Klinik al-Remal, dan staf medis adalah kejahatan keji yang bertujuan mencegah Kementerian melanjutkan pekerjaan kemanusiaannya dalam menyelamatkan nyawa yang terluka dan memberikan perawatan kesehatan kepada warga," katanya.

"Komunitas internasional harus meminta pertanggungjawaban pendudukan atas kejahatan keji dan berkelanjutan terhadap personel medis dan institusi kesehatan," lanjut Abu al-Rish.

Akibat serangan ini, Klinik al Rimal, satu-satunya laboratorium Covid-19 di Gaza berhenti beroperasi, lapor Yusuf Abu Rish dari Kementerian Kesehatan Palestina pada Senin malam.

Baca juga: Serangan Udara Israel di Jalur Gaza Tewaskan Komandan Militan Palestina Hussam Abu Harbeed

Mengutip The Straits Times, kantor Bulan Sabit Merah Qatar di wilayah tersebut juga rusak akibat serangan. 

Petugas medis di kementerian kesehatan terluka dan beberapa diantaranya kritis.

Juru bicara kementerian, Ashraf Qidra mengatakan serangan Israel "mengancam upaya kementerian kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Jalur GazaGazaKonflik Palestina Vs IsraelIsraelPalestinaCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved