Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Kata Pengamat soal Konflik Israel-Palestina 2021, Singgung Duel Kepentingan Hamas dan Netanyahu

Analis menilai, Hamas dan Israel sama-sama memiliki kepentingan masing-masing dalam bentrokan terbaru di Palestina 2021.

AFP/MAHMUD HAMS
Pemandangan ketika roket diluncurkan ke arah Israel dari Gaza City, yang dikontrol faksi Hamas, pada 12 Mei 2021, di tengah intensnya pertikaian dua kubu selama tujuh tahun terakhir. 

TRIBUNWOW.COM - Analis menilai, Hamas dan Israel sama-sama memiliki kepentingan masing-masing dalam bentrokan terbaru di Palestina 2021, yang terburuk sejak 2014.

Hamas sebagai penguasa Jalur Gaza bertujuan menjadi standar de facto perjuangan Palestina, memanfaatkan kepemimpinan Otoritas Palestina yang melemah.

Dalam unjuk kekuatannya, Hamas telah meluncurkan sekitar 2.300 roket ke Israel sejak Senin (10/5/2021), yang mencakup Tel Aviv di utara sampai bandara Ramon di selatan.

Saat Iron Dome membendung tembakan roket Hamas Palestina yang diluncurkan ke Israel sebagai serangan balasan atas gempuran udara negara itu, Rabu (12/5/2021). Konflik Palestina dan Israel kembali meningkat.
Saat Iron Dome membendung tembakan roket Hamas Palestina yang diluncurkan ke Israel sebagai serangan balasan atas gempuran udara negara itu, Rabu (12/5/2021). Konflik Palestina dan Israel kembali meningkat. (AFP/ Mohammed Abed)

Baca juga: Konflik Israel-Palestina, Menlu Arab Saudi, Mesir, dan Kuwait Serukan Gencatan Senjata Segera

Sementara itu Israel menyerang Palestina untuk memanfaatkan momen guna melenyapkan semua pengaruh Hamas di Gaza dengan menyerang infrastrukturnya, kata para analis.

Konflik Israel-Palestina terbaru bermula ketika Masjid Al Aqsa diserang jelang akhir Ramadan.

Di tengah kekacauan itu, Hamas menetapkan ultimatum yang tidak realistis bagi semua polisi Israel untuk mundur dari kompleks Masjid Al Aqsa paling lambat pukul 18.00 Senin malam waktu setempat.

Tak pelak tenggat waktu itu tidak terpenuhi, dan Hamas langsung menembakkan roket ke Israel yang dibalas pemboman tanpa henti di Jalur Gaza.

Strategi dan Taktik Baru

"Ini adalah strategi dan taktik baru oleh Hamas untuk berusaha menghubungkan masalah Yerusalem dengan perlawanan di Gaza," kata Jamal Al Fadi profesor ilmu politik di Gaza, dikutip dari AFP.

Kemudian pengamat politik Leila Seurat dari Observatorium Dunia Arab dan Muslim yang berbasis di Brussels, Belgia, menyebut Hamas berusaha melemahkan posisi presiden Palestina.

"Presiden Palestina Mahmud Abbas sudah sangat lemah, (Hamas) memposisikan dirinya sebagai pelindung Palestina dan segalanya di atas Yerusalem."

Abbas untuk pertama kalinya dalam 15 tahun tiba-tiba menunda pemilu Palestina bulan ini, meski Hamas dan partai Fatah-nya Abbas telah menyetujui roadmap rekonsiliasi guna menambal perpecahan.

Abbas juga tidak menetapkan tanggal alternatif, dan mengatakan pemungutan suara tidak dapat dilakukan sampai Israel setuju semua penduduk Palestina di Yerusalem Timur dapat memilih.

Hamas yang tadinya berharap bisa mengamankan keabsahannya di kotak suara, langsung kesal mendegar hal ini.

"Tapi Hamas tidak mengendalikan kerusuhan di jalan-jalan kota, bahkan jika mereka ingin memanfaatkannya," kata Seurat.

Baca juga: Iran Bantu Hamas Kembangkan Rudal Mematikan untuk Lawan Israel, Telah Berkembang selama 5 Tahun

Apa yang Diincar Netanyahu?

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sedang terpojok juga memanfaatkan momen ini untuk mencari modal politik.

Ia sedang berjuang mempertahankan jabatan setelah empat pemilihan yang tidak meyakinkan dalam dua tahun terakhir.

Bibi, sapaan akrabnya, dengan cepat menuduh Hamas melewati "garis merah".

Dia memerintahkan militer menggelar Operasi Penjaga Tembok, dan kali ini tentaranya tidak hanya membalas dengan beberapa rudal.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved