Konflik Palestina Vs Israel
Kata Pengamat soal Konflik Israel-Palestina 2021, Singgung Duel Kepentingan Hamas dan Netanyahu
Analis menilai, Hamas dan Israel sama-sama memiliki kepentingan masing-masing dalam bentrokan terbaru di Palestina 2021.
Editor: Rekarinta Vintoko
Apa yang Diincar Netanyahu?
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sedang terpojok juga memanfaatkan momen ini untuk mencari modal politik.
Ia sedang berjuang mempertahankan jabatan setelah empat pemilihan yang tidak meyakinkan dalam dua tahun terakhir.
Bibi, sapaan akrabnya, dengan cepat menuduh Hamas melewati "garis merah".
Dia memerintahkan militer menggelar Operasi Penjaga Tembok, dan kali ini tentaranya tidak hanya membalas dengan beberapa rudal.
Sejak Senin militer telah menggempur Gaza, dan mengerahkan pasukan di perbatasan wilayah dengan Israel, mengancam bakal melakukan invasi darat.
Perlindungan Iron Dome untuk mengatasi hujan roket Hamas juga berhasil mencegat sebagian besar roket, mengulur waktu bagi militer Israel untuk mengejar tujuannya.
Sejauh ini lebih dari 130 warga Palestina tewas dalam konflik ini, sedangkan jumlah korban tewas di Israel mencapai sembilan.
"Ketika orang Palestina keluar dari tempat persembunyian mereka, mereka akan menemukan banyak simbol kendali Hamas atas Jalur Gaza telah hancur, dari bank hingga pusat intelijen," kata mantan penasihat keamanan nasional Netanyahu, Yaakov Amidror.
"Segala sesuatu yang melambangkan Hamas sebagai pemerintah Jalur Gaza akan hilang, katanya kepada AFP.
"Israel berusaha menghancurkan kemampuan militer dan infrastruktur mereka, inilah yang namanya permainan".
"Jelas juga ada upaya untuk membunuh sebanyak mungkin anggota Hamas dan terutama para komandan di seluruh bidang ahli teknis yang memimpin sistem produksi".
Baca juga: Alasan Palestina Tak Punya Tentara meski Terus Diserang Israel hingga Belum Diakui sebagai Negara
Insinyur, ahli produksi roket, spesialis intelijen komputer, pembuat drone mini, semuanya menjadi sasaran serangan Israel.
"Ini akan berdampak jangka panjang pada kemampuan untuk membuat senjata," kata sumber militer Israel.
Tentara Israel mengatakan dalam twit Sabtu (15/5/2021), bahwa serangan semalam telah menghantam terowongan Hamas di bawah hotel yang digunakan untuk menyimpan senjata serta "peluncur roket multi-laras.