Pemerintah Larang Mudik
Penyekatan di Kabupaten Bekasi, Cibitung, hingga Kedung Waringin Macet Total Dipadati Pemudik
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuat 14 titik penyekatan larangan mudik yang ada di sekitar wilayah Jabodetabek.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
Petugas gabungan menjaga di dua sisi penyekatan.
Selain itu, petugas juga melakukan tes swab secara acak.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyayangkan warga nekat menerobos penyekatan jalur mudik.
Padahal penyekatan dilakukan agar masyarakat membatalkan niat mudik.
"Saya sangat menyayangkan masyarakat yang nekat menerobos penyekatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Wiku, dikutip dari Kompas.com, Selasa (11/5/2021).
Ia menyebut seharusnya masyarakat mematuhi anjuran yang ditetapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Saya meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang melanggar kebijakan ini dan berpotensi mendapatkan konsekuensi hukum."
"Patuhi kebijakan ini untuk kebaikan bersama dalam mencegah terjadinya penularan Covid 19," imbaunya.
Ganjar Pranowo Jawab Komentar Pedas Netizen soal Larangan Mudik
Masyarakat Indonesia belakangan ini ramai mengeluhkan adanya peraturan larangan mudik karena pandemi Covid-19.
Bentuk keluhan tersebut satu di antaranya dituangkan lewat komentar-komentar di media sosial (medsos).
Lewat akun YouTube-nya @Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menanggapi soal keluhan warganet terhadap larangan mudik.
Baca juga: Pemudik Nekat Sembunyi di Dalam Mobil Boks bersama Motor, Terbongkar saat Kain Tiba-tiba Bergerak
Awalnya, ia mengungkit soal keluhan yang berkembang di masyarakat seputar larangan mudik.
Yakni komentar warganet yang membandingkan larangan mudik yang berbanding terbalik dengan dibukanya tempat wisata dan pusat perbelanjaan.
"Ada juga teman Anda yang Masha Allah galaknya minta ampun," kata Ganjar.