Terkini Daerah
Pengakuan Pria yang Suruh Debt Collector Rampas Mobil hingga Serang TNI, Kini Minta Maaf: Kami Salah
Polisi berhasil menangkap debt collector yang melakukan aksi arogan dengan merampas mobil yang sedang dikendarai anggota TNI. Ini pengakuannya.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Polisi berhasil menangkap debt collector yang melakukan aksi arogan dengan merampas mobil yang sedang dikendarai anggota TNI.
Dilansir Tribun Video, para debt collector itu ternyata adalah suruhan seorang pria.
Sosok pria tersebut adalah koordinator yang sebenarnya mendapatkan surat tugas untuk mengambil paksa mobil tersebut.
Baca juga: Dimintai Maaf Debt Collector yang Eksekusi Pengepungan Mobil, Lihat Gestur Babinsa Serda Nurhadi
Diamankan kepolisian, dalang aksi tersebut lantas meminta maaf dan mengaku salah.
Hendri Liatumu yang merupakan eksekutor utama yang harusnya mengambil mobil tersebut mengungkapkan permohonan maaf untuk TNI AD.
Ia secara pribadi juga meminta maaf pada Babinsa Ramil Semper Timur Serda Nurhadi atas apa yang dilakukannya.
Hendri menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan debt collector suruhannya adalah tindakan yang salah.
"Saya ekskekutor yang ditugas mengambil mobil tersebut dan pada saat kejadian itu saya dan rekan rekan sebesar-besarnya meminta maaf kepada TNI AD, dan juga babinsa, saya minta maaf atas apa yang kami lakukan itu salah," ungkapnya.
Baca juga: Ini Peran Serda Nurhadi saat Mobil Warga Dikepung Debt Collector, Korban: Aman karena Babinsa
Hendri juga menjelaskan bahwa ia siap bertanggungjawab atas apa yang terjadi dalam perampasan mobil tersebut.
"Saya menyesal atas apa yang saya lakukan kemarin, sekali saya meminta maaf dan akan bertanggungjawab atas apa yang kami perbuat sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya.
Dijelaskan Hendri, ia secara resmi memegang surat tugas untuk perampasan mobil tersebut.
Hanya saja ia mengaku bahwa rekannya yang lain tidak mempunyai surat tugas.
"Saya memegang surat tugas, hanya saya yang memegang," katanya.
Saat ditanya, Hendri juga menjelaskan bahwa apa yang terjadi kali ini baru pertama kali ia alami.
"Selama ini baru pertama kali ini saya terjerat," tutur Hendri.