Breaking News:

Terkini Daerah

Tewaskan Anak Driver Ojol, Pengirim Makanan Beracun Sianida Dapat Divonis Hukuman Mati

Seorang anak driver ojol asal Bantul, Jawa Tengah, meregang nyawa seusai mengonsumsi paket makanan misterius.

TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
Pelayat datang ke rumah duka terkait tewasnya bocah anak driver ojol di Bantul yang memakan paket makanan misterius, Senin (26/4/2021). Terbaru, pihak kepolisian per Sabtu (1/5/2021), telah berhasil mengantongi identitas pengirim paket makanan misterius. 

TRIBUNWOW.COM - NFP (8), anak dari Bandiman (36) yang merupakan seorang driver ojek online (ojol) di Bantul, Jawa Tengah, tewas setelah korban mengonsumsi paket makanan misterius yang diperoleh oleh ayahnya, pada Minggu (25/4/2021) lalu.

Pihak kepolisian memastikan paket makanan yang dikonsumsi oleh NFP mengandung racun sianida.

Diketahui, paket makanan berisi sate, lontong, dan bumbu sate itu sebenarnya tidak ditujukan kepada Bandiman.

Namun penerima paket yang dituju oleh pengirim menolak paket tersebut dan memberikannya kepada Bandiman.

Polisi mengambil keterangan dari saksi kasus paket sate misterius (kiri). Bandiman memperlihatkan foto anaknya yang meninggal usai menyantap paket sate misterius, Senin (26/4/2021) (kanan).
Polisi mengambil keterangan dari saksi kasus paket sate misterius (kiri). Bandiman memperlihatkan foto anaknya yang meninggal usai menyantap paket sate misterius, Senin (26/4/2021) (kanan). (Tribunjogja.com/Dok Polsek Sewon)

Baca juga: Anak Driver Ojol Tewas Konsumsi Sate Beracun Sianida, Polisi Duga Pelaku Lebih dari 1

Dikutip TribunWow.com dari TribunJogja.com, atas kasus ini ada kemungkinan pelaku atau pengirim bisa dikenakan hukuman mati.

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr G Widiartana SH MHum.

Ia menyebut, apa yang dilakukan oleh pengirim bisa dikategorikan sebagai pembunuhan berencana.

Dijelaskan olehnya, ada rentang waktu antara perencanaan dan eksekusi untuk menghilangkan nyawa seseorang.

“Setiap pembunuhan dengan racun dapat dipastikan merupakan pembunuhan berencana,” kata Widiartana kepada Tribun Jogja, Sabtu (1/5/2021).

“Ancaman sanksinya maksimal pidana mati,” tambahnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved