Breaking News:

Jozeph Paul Zhang Ngaku Nabi

UKSW Buka-bukaan Kehidupan Kuliah Jozeph Paul Zhang, sempat Ambil S2 tapi Tiba-tiba Berhenti

UKSW menegaskan apa yang disampaikan oleh Jozeph Paul Zhang tidak mencerminkan atau merepresentasikan suara dari umat kristiani.

Kolase (UKSW.edu) dan (ISTIMEWA via TribunJabar.id)
Youtuber Jozeph Paul Zhang yang merupakan warga negara Indonesia namun tinggal di Hong Kong disebut telah melecehkan agama Islam. Jozeph dulu sempat berkuliah di UKSW dan tergolong sebagai mahasiswa yang pandai. 

TRIBUNWOW.COM - Resmi ditetapkan oleh Polri sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama, keberadaan YouTuber kontroversial Jozeph Paul Zhang masih menjadi misteri.

Diketahui, Jozeph alias Shindy Paul Soerjomoeljono adalah warga kelahiran Indonesia yang pernah berkuliah di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah.

Berdasarkan keterangan dari pihak kampus, Jozeph sempat berkuliah hingga jenjang S2 atau magister namun berhenti di tengah-tengah.

Rektor UKSW Salatiga Neil Semuel Rupidara. Neil menceritakan kehidupan kuliah sosok Jozeph Paul Zhang.
Rektor UKSW Salatiga Neil Semuel Rupidara. Neil menceritakan kehidupan kuliah sosok Jozeph Paul Zhang. (Tribun Jateng/ M Nafiul Haris)

Baca juga: Jadi Member Pengikut Jozeph Paul Zhang Ternyata Berbayar, Segini Besarannya Diungkap sang YouTuber

Dikutip TribunWow.com dari TribunJateng.com, hal itu disampaikan oleh Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara.

Neil menjelaskan, Jozeph awalnya menempuh pendidikan S1 di UKSW tepatnya di Fakultas Pertanian lalu lulus pada tahun 1996.

"Kemudian sempat melanjutkan pendidikan S2 Magister Manajemen, tetapi tidak selesai," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Rabu (21/4/2021).

Selama berkuliah di UKSW, Neil menyebut Jozeph dikenal sebagai mahasiswa yang tergolong pandai.

Namun ia menyebut, tingkah Jozeph saat ini sulit dipahami dari perspektif kampus UKSW.

"Karena itu, kami melihat apa yang dilakukan Shindy Paul adalah sikap pribadi yang tidak mewakili siapa-siapa." ungkap Neil.

Neil juga menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Jozeph tidak mencerminkan perilaku kaum kristen.

Ia turut meminta agar Jozeph menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan ke publik.

Ajari Mahasiswa Toleransi

Neil menjelaskan, UKSW adalah kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi termasuk toleransi beragama.

"Sejak awal berdiri UKSW adalah kampus yang mengembangkan keberagaman termasuk keragaman etnis dan agama," ungkapnya.

"UKSW adalah kampus Indonesia Mini. Untuk itu, UKSW mendidik mahasiswanya untuk dapat bersikap toleran."

"Kami berharap dia dapat menyampaikan penyesalannya dan memohon maaf atas keteledorannya," tegas Neil.

Sengaja Buat Kontroversi

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno tidak menutupi adanya kemungkinan bahwa Jozeph sengaja mencari kontroversi.

Ia mengatakan, tujuan akhir dari kontroversi itu adalah mendapat suaka politik serta kewarganegaraan Jerman.

Hal itu disampaikan oleh Arif dalam acara Sapa Indonesia Malam Kompastv, Selasa (20/4/2021) malam.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved