Breaking News:

Viral Medsos

Dianiaya JT, Lihat Penampilan Perawat RS Siloam Kini Pakai Baju Pasien, Tetap Acungkan Jempol

Perawat Christina Ramauli S alias CRS (27), korban penganiayaan JT, kini harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Instagram @ndorobeii
Perawat RS Siloam Palembang Christina Ramauli S alias CRS (27), korban penganiayaan JT, kini harus menjalani perawatan di rumah sakit, Sabtu (17/4/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Perawat Christina Ramauli S alias CRS (27), korban penganiayaan JT, kini harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dalam unggahan di akun Instagram @ndorobeii, Sabtu (17/4/2021).

Diketahui sebelumnya CRS dianiaya keluarga pasien di Rumah Sakit Siloam Palembang, yakni seorang pria berinisial JT.

Tangkapan layar seorang perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang dianiaya keluarga pasien, Kamis (15/4/2021).
Tangkapan layar seorang perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang dianiaya keluarga pasien, Kamis (15/4/2021). (TANGKAP LAYAR INSTAGRAM)

Baca juga: Tiba-tiba Langsung Hajar Perawat di RS Siloam, Pelaku Awalnya Tidak Ada di TKP: Nekat Mendatangi

Setelah dilaporkan, JT telah ditetapkan sebagai tersangka dan diciduk pada Jumat (16/4/2021) malam.

CRS mengalami memar di mata sebelah kiri serta sakit di bagian perut akibat tendangan tersangka.

Rambutnya juga dijambak.

Setelah kejadian tersebut, CRS sempat harus dilarikan ke ruang gawat darurat.

Kini tampak CRS terbaring di tempat tidur pasien di rumah sakit.

Ia mengenakan baju pasien.

Pada tangannya terpasang selang infus dan tangan yang satu lagi mengenakan gelang penanda pasien.

Tubuhnya ditutupi selimut.

Di keterangan unggahan, dijelaskan bahwa saat itu CRS sedang dikunjungi Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sumatera Selatan, Subhan.

Dalam foto tampak Subhan berdiri di samping CRS.

Baca juga: Sosok Pria Penganiaya Perawat di RS Siloam Ternyata Bukan Anggota Polisi, Ini Penjelasan Kepolisian

Keduanya berpose mengacungkan jempol.

"Dalam hal ini Ners Christina mendapat kunjungan dari bapak Subhan selaku ketua PPNI Prov. Sumsel. Dalam hal ini Christina masih butuh istirahat menenangkan diri setelah mengalami kontak kekerasan dengan keluarga yang terjadi pada 15/04/2021," demikian keterangan di keterangan unggahan.

Dikutip dari TribunSumsel.com, Direktur Palembang'>RS Siloam Sriwijaya Palembang dr Bona Fernando menyebut korban penganiayaan dalam kondisi trauma.

"Saat ini perawat tengah kami rawat untuk menyembuhkan bukan hanya fisik tapi juga psikisnya. Karena memang beliau (korban) mengalami trauma yang cukup hebat," kata dr Bona, Jumat.

"Tapi tadi siang saya sudah bicara dengan perawat paling tidak dia sudah baikan dari kemarin. Kita berdoa, pelan-pelan nanti beliau bisa berkerja kembali seperti biasa merawat pasien lagi," lanjut dia.

Pihak rumah sakit juga bekerja sama dengan tim psikolog untuk membantu mengatasi trauma korban.

"Dari kemarin tim psikolog kita sudah turun untuk menangani korban," jelas dr Bona.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved