Viral Medsos
Viral 4 Remaja Adang Truk Kargo di Sentul Bogor, Lihat Detik-detik Videonya 1 Orang Terlindas
Sebuah video yang menunjukkan aksi sekelompok remaja mengadang truk kargo menjadi viral di media sosial.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
Pada akhirnya remaja berkaus putih tersebut menghantam bagian depan truk.
Ia terlindas, lalu tubuhnya tidak terlihat lagi di bawah gilasan roda truk.
Kedua temannya yang lain berhasil menghindar ke samping.
Truk hanya dapat membunyikan klakson dengan keras.
Video itu diakhiri dengan si perekam mengarahkan kameranya ke bawah, sehingga tidak diketahui kelanjutannya.
Muhammad Silaen memberikan keterangan kejadian dalam unggahannya.
"Innalillahiwainnailaihirojiun. STOP NGE-BM."
"Baru saja terjadi aksi anak-anak nge-BM truk dan akhirnya terlindas. Lokasi di perempatan Sentul, Bogor. Selasa 6/4/21."
Baca juga: Dua Mahasiswa Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak Cangar-Pacet, Rem Motor Blong
Baca juga: Viral Sopir Avanza Kabur setelah Isi Bensin, Ini Alasan Karyawan Tak Curiga Dikira Sudah Bayar
Sampai Rabu (7/4/2021) siang, video tersebut telah diberi lebih dari 250 komentar dan dibagikan lebih dari 260 kali.
Di kolom komentar, warganet menyampaikan kekesalan sekaligus keprihatinan atas aksi nekat para remaja tersebut.
"Kelakuan anak-anak yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kasihan sopir truknya, kalau jadi tersangka," tulis Utomo Suharyo.
"Truk lagi kencang gak bisa direm dadak bisa terbalik... jadi pasti kelindas," tulis Kandang Kalingga.
"Kalo menurut saya, tolong kepada pihak kepolisian Republik Iindonesia minta satu untuk berpatroli rutin pak, karena ini udah membahayakan sang sopir juga. Kasihan sopir pak gak tau apa-apa malah jadi tersangka, sedangkan itu mobil ada muatannya. Gak bisa berhenti mendadak," tulis Endang Kandar.
"Sekali lagi tolong untuk penertibannya buat anak-anak yang nge-BM. Kalo perlu tangkapin pak," lanjutnya.
"Kasian sopirnya kena penjara 3,5 tahun padahal bukan kesalahan mereka. Semoga anak-anak yang seperti itu dapat tamparan keras dari para penegak hukum," tulis Hidayatur Rahman.(TribunWow.com/Brigitta)