Pemerintah Larang Mudik
Larang Warga Mudik Lebaran, Jokowi Tak Mau Kasus Covid Naik Lagi: Belajar dari Pengalaman
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melarang mudik karena tak ingin terulang kenaikan kasus Covid-19 seperti liburan tahun lalu.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Banyak dari mereka tidak setuju atas keputusan pemerintah melarang aktivitas mudik.
"Tetep kudu mudik pak," ujar akun @sulthonauliaofficial.
"kalau di jalan alesan nya kenapa kalian bepergian (mudik) ,bilang aja mau liburan bukan mudik, karna tempat wisata kan dibuka.. hheee," tulis @gunawansetiaji96.
"Tapi kita perlu pulang kampung pak," ujar @henry.bing88.
"Liburan ke kampung nenek boleh kan pak," tulis akun @ucup_tkr27.
Larangan Berlaku ke Semua Masyarakat
Sebelumnya diberitakan, untuk menekan potensi penyebaran pandemi Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan larangan untuk mudik lebaran terhitung sejak 6-17 Mei 2021 nanti.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan, larangan tersebut tidak hanya ditujukan kepada PNS saja, namun berlaku untuk seluruh kalangan masyarakat.
Pemerintah juga memutuskan untuk menghapus kegiatan mudik pada Idul Fitri pada tahun ini.
Keputusan ini diambil setelah Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan sejumlah menteri dan lembaga terkait.
"Maka ditetapkan bahwa pada tahun 2021 mudik ditiadakan," ujar Muhadjir dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/3/2021).
Ga Mungkin Dirazia Satu-Satu
Sementara itu, influencer sekaligus tenaga kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi berharap pemerintah mau merevisi terkait kebijakan pelarangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei tahun 2021 nanti.
Ia membandingkan soal pernyataan pemerintah terkait dibukanya pariwisata yang menurutnya justru membuat masyarakat kebingungan.
Dokter Tirta juga meyakini bahwa akan sulit melakukan pengawasan kepada warga untuk tidak mudik.
