Breaking News:

Pemerintah Larang Mudik

Larang Warga Mudik Lebaran, Jokowi Tak Mau Kasus Covid Naik Lagi: Belajar dari Pengalaman

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melarang mudik karena tak ingin terulang kenaikan kasus Covid-19 seperti liburan tahun lalu.

Kolase (Instagram/jokowi) dan (WARTA KOTA/NUR ICHSAN)
BANDARA RAMAI JELANG LIBURAN - Calon penumpang pesawat memenuhi areal Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, yang akan berangkat mudik maupun liburan Nataru ke kampung halamannya, Rabu (17/12/2020). Terbaru, Presiden RI Joko Widodo melarang masyarakat mudik pada 6-17 Mei nanti demi menghindari membludaknya kenaikan kasus Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah memastikan akan melarang masyarakat Indonesia untuk melakukan kegiatan mudik lebaran pada 6-17 Mei tahun 2021 nanti.

Kebijakan larangan mudik itu turut disuarakan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) lewat akun resmi Instagram miliknya @jokowi, Kamis (8/4/2021).

Jokowi mengaku tak ingin kasus Covid-19 di Indonesia kembali membludak akibat liburan panjang.

Unggahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kamis (8/4/2021). Jokowi memastikan akan melakukan pelarangan mudik karena dirinya tak ingin kasus pandemi Covid-19 membludak.
Unggahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kamis (8/4/2021). Jokowi memastikan akan melakukan pelarangan mudik karena dirinya tak ingin kasus pandemi Covid-19 membludak. (Instagram/@jokowi)

Baca juga: Tetap Ada Cuti Bersama di Tanggal Ini Mesti Larangan Mudik 6-17 Mei, Simak Syarat jika Ingin Pergi

Baca juga: Masyarakat Dilarang Mudik saat Lebaran, Tempat Wisata di Jakarta Siap Dibuka

Pada unggahannya itu, Jokowi pertama memberikan kabar bahwa kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sudah rendah dibandingkan kasus aktif global.

Jokowi juga mengungkapkan bagaimana kasus sembuh di Indonesia lebih tinggi dari kasus global.

Namun, ia juga mengakui bahwa kasus kematian di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan kasus di dunia.

Jokowi kemudian meminta agar masyarakat tak menurunkan kewaspadaan supaya tidak terjadi gelombang susulan.

Ia lalu menyinggung soal kejadian tahun lalu dimana kasus Covid-19 naik seusai adanya libur panjang.

Atas dasar tersebut, Jokowi memastikan akan melarang warga Indonesia untuk melakukan mudik lebaran nanti.

Berikut caption yang ditulis oleh Jokowi dalam akun Instagram miliknya:

"Upaya penanganan pandemi di Indonesia menunjukkan hasil yang positif.

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini di angka 7,4 persen, jauh lebih baik dari kasus aktif global yang 17,3 persen. Begitu juga kasus sembuh, kita 89,9 persen, sementara global yang 80,5 persen. Sayangnya, kasus kematian karena Covid-19 kita masih 2,7 persen, dibanding global 2,17 persen.

Berkaca dari sejumlah negara seperti di Eropa dan Asia yang kini menghadapi lonjakan gelombang ketiga penularan Covid-19, perkembangan yang menggembirakan di tanah air ini hendaknya tidak mengendurkan kewaspadaan kita.

Karena itulah, belajar dari pengalaman sebelumnya seperti libur Idulfitri tahun lalu dan libur panjang setelahnya yang diikuti lonjakan kasus harian, pemerintah akan melaksanakan kebijakan pengendalian pandemi, salah satunya melalui kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini."

Unggahan Jokowi tersebut menerima banyak kritikan dari warganet.

Banyak dari mereka tidak setuju atas keputusan pemerintah melarang aktivitas mudik.

"Tetep kudu mudik pak," ujar akun @sulthonauliaofficial.

"kalau di jalan alesan nya kenapa kalian bepergian (mudik) ,bilang aja mau liburan bukan mudik, karna tempat wisata kan dibuka.. hheee," tulis @gunawansetiaji96.

"Tapi kita perlu pulang kampung pak," ujar @henry.bing88.

"Liburan ke kampung nenek boleh kan pak," tulis akun @ucup_tkr27.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved