Terkini Daerah
Sosok Abah Popon Asal Sukabumi Masih Misteri, Didatangi Terduga Teroris untuk Minta Ilmu Kebal
Sosok Abah Popon asal Sukabumi, Jawa Barat yang disebut para terduga teroris sebagai tempatnya meminta ilmu kebal sebelum beraksi.
Editor: Rekarinta Vintoko
Bambang turut terlibat dalam penunjukan eksekutor yang bakal bertugas melemparkan bom molotov.
"Mengetahui penunjukan sebagai tim eksekutor untuk penyerangan bom lempar kepada anggota kepolisian bersama Jeri, Ahmad Junaidi, Malik, Jati, Noval, Ipul, dan laskar FPI," ucap dia dalam video pengakuannya yang beredar, Minggu (4/4/2021).
Bambang Setiono mengakui terlibat dalam aktivitas yang diduga sebagai tindak pidana teroris di Jakarta-Bekasi.
Selain merakit bom, dia mengaku merencanakan dalam penyerangan terhadap orang dan toko milik warga keturunan.
Dalam video itu, awalnya dia mengaku sebagai salah satu simpatisan FPI sejak Desember 2020 lalu.
"Saya Bambang Setiono mengaku bahwa menjadi simpatis FPI sejak awal Desember 2020. Bergabung majelis Latif Alyasin," kata Bambang.
Nama Asli Abah Popon
Keberadaan Abah Popon sampai saat ini masih misterius.
Nama Abah Popon jadi sorotan usai namanya disebut dalam video pengakuan para terduga teroris.
Para terduga teroris yang diamankan di Bekasi-Jakarta mengaku pernah belajar ilmu tekbal dari Abah Popon yang berasal dari Cibadak, Sukabumi.
Dalam videonya, terduga teroris Bambang Setiono sempat menyebut nama yang diduga nama asli dari Abah Popon.
Hal itu saat dia mengakui pernah mempelajari ilmu tekbal di Sukabumi, Jawa Barat.
"Melakukan pertemuan sebanyak 3 kali di Cibadak Sukabumi di Ahmad Dimiyati alias Abah Popon bersama Habib Husein Hasni, Zulaimi Agus, Jati, Jeri Junaidi, Ipul, Novan, Malik, Habib Aljufri, Asep Komara, Angga Putra untuk mengisi ilmu kebal," ujar dia.
Baca juga: Empat Terduga Teroris Ngaku Anggota FPI, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Langsung Bereaksi: Framing Jahat
Bambang sendiri diketahui tinggal bersama istri di Kampung Limbangan, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Dia pulang ke rumah istri hanya sepekan sekali karena mengaku bekerja sebagai sopir di Jakarta.