Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Respons Desakan agar Moeldoko Mundur dari KSP, Refly Harun: Harusnya dari Awal, Bukan setelah Kalah

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun buka suara soal desakan agar Moeldoko mundur dari jabatan kepala Kantor Staf Presiden (KSP).

Youtube/Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun buka suara soal banyaknya desakan agar Moeldoko mundur dari jabatan kepala Kantor Staf Presiden (KSP). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun buka suara soal desakan agar Moeldoko mundur dari jabatan kepala Kantor Staf Presiden (KSP).

Dilansir TribunWow.com, Refly menganggap Moeldoko seharusnya mundur dari kepala KSP sejak awal.

Hal itu terkait dengan Moeldoko yang terlibat dalam upaya pendongkelan Partai Demokrat.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko buka suara terkait kekisruhan dua kubu dalam badan partai Demokrat, Minggu (28/3/2021).
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko buka suara terkait kekisruhan dua kubu dalam badan partai Demokrat, Minggu (28/3/2021). (Istimewa)

Baca juga: Habiskan Waktu dengan Istri, Moeldoko Unggah Aktivitasnya Pasca Kalah dari Kubu AHY

Baca juga: Alasan Razman Arif Pilih Hengkang dari Demokrat Kubu Moeldoko, Sebut Nazaruddin Hanya Jadi Beban

Dalam kanal YouTube tvOneNews, Minggu (4/4/2021), Refly mulanya menyinggung kekalahan Partai Demokrat kubu Moeldoko di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Seperti diketahui, Menkumham Yasonna Laoly menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang, Sumatera Utara.

Karena itu, menurut Refly, Moeldoko seharusnya mundur sebelum terlibat dalam pendongkelan Partai Demokrat.

"Kalau dari etika politik, etika pemerintahan, harusnya mundur dari awal," ujar Refly.

"Bukan setelah kalah, tapi ketika mau merebut partai orang lain, karena dari segi etika politik kan bermasalah."

Baca juga: Curhat Yasonna Laoly seusai Tolak Demokrat Kubu Moeldoko, Ngaku Sangat Dongkol pada Kubu AHY

Baca juga: Tegaskan Pemerintah akan Bongkar Jaringan Kelompok Teroris, Moeldoko: Tak Ada Tempat untuk Sembunyi

Terkait keputusan Yasonna Laoly, Refly bahkan mengaku tak terkejut.

Pasalnya, Refly sejak awal sudah yakin Partai Demokrat kubu Moeldoko akhirnya akan ditolak pemerintah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved