Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Curhat Yasonna Laoly seusai Tolak Demokrat Kubu Moeldoko, Ngaku Sangat Dongkol pada Kubu AHY

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly meluapkan kejengkelannya pada Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

YouTube Karni Ilyas Club
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly (kiri), dan Karni Ilyas (kanan) dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club, Jumat (2/4/2021). Yasonna mengaku dongkol pada kubu AHY. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly meluapkan kejengkelannya pada Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dilansir TribunWow.com, Yasonna mengaku dongkol pada kubu AHY karena sebelumnya melayangkan tudingan pada pemerintah.

Hal itu diungkapkan Yasonna dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club, Jumat (2/4/2021).

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers, Rabu (31/3/2021). AHY menyambut gembira pemerintah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang, Sumatera Utara.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers, Rabu (31/3/2021). AHY menyambut gembira pemerintah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang, Sumatera Utara. (Youtube Tribunnews.com)

Baca juga: Pemerintah Tolak Hasil KLB, Demokrat Kubu Moeldoko Sebut Keputusan Terbaik, Singgung Pembuktian

Baca juga: Wanti-wanti Andi Mallarangeng jika Demokrat Moeldoko Gugat ke PTUN: Gali Kuburannya Lebih Dalam

Sebelumnya, pemerintah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserang, Sumatera Utara.

Dengan keputusan tersebut, posisi Moeldoko sebagai ketua umum Partai Demokrat versi KLB pun dianggap tak sah oleh pemerintah.

"Sejak awal saya kan sudah sampaikan, pada saat Pak SBY atau sebelumnya Andi Arief dan orang-orangnya termasuk AHY," ucap Yasonna.

"Bahkan AHY sebagai ketua umum Demokrat mengirim surat ke Istana."

Yasonna langsung mengaku dongkol pada kubu AHY.

Menurut dia, kubu AHY terus menyerang dan menuduh pemerintah terlibat dalam upaya pendongkelan Partai Demokrat.

"Kita tuh sebenarnya udah dongkol banget," ujar Yasonna.

"Saya dicatut nama saya, dia bilang 'Ada pertemuan menteri hukum dan HAM, dengan Moeldoko'."

"Ya ada pertemuan, kalau kita di Istana pasti ketemu tapi kita tidak pernah berbicara soal itu."

Baca juga: Sindiran Politisi untuk Moeldoko seusai Pemerintah Tolak Demokrat Versi KLB: Ketum Abal-abal Insaf

Baca juga: KLB Deli Serdang Ditolak, Demokrat Kini Ajak Moeldoko Gabung Resmi: Kalau Mau Jadi Cagub DKI

Yasonna menegaskan, pihaknya netral dalam menyelesaikan masalah ini.

Hingga akhirnya pemerintah menolak Partai Demokrat yang diketuai oleh Moeldoko, sang kepala Kantor Staf Presiden (KSP).

"Saya sudah bilang katakan kami akan bertindak seusai ketentuan perundang-undangan dan AD/ART partai politik," jelasnya.

"Karena dua yang harus dirujuk dalam penyelesaian partai politik, pendaftaran kepengurusan partai politi, perubahan anggaran dasar."

"Harus merujuk Undang-undang Partai Politik, UU No 2 2008 dan UU No 2 2011, yang merujuk anggaran dasar, anggaran rumah tangga partai politik."

Ia lantas kembali mengungkit tudingan yang dilayangkan kubu AHY pada pemerintah.

Meski akhirnya menolak kubu Moeldoko, Yasonna mengakui sebenarnya lebih kesal pada kubu AHY.

"Saya katakan kami akan konsisten, tapi jangan dong belum-belum, bahkan belum ada KLB sudah ribut menuding kita," ujar Yasonna.

"Sebenarnya dari sisi gondoknya kita lebih gondok ke kubu AHY."

"Tudingan yang tidak beralasan dan lain-lain, tapi udahlah kita mau tunjukkan kita netral dalam soal itu," sambungnya menyudahi.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-2.05:

Sindiran untuk Moeldoko

Di sisi lain, Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik secara terang-terangan menyindir Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko.

Dilansir TribunWow.com, sindiran itu dilayangkan Rachland terkait soal pemerintah yang menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat kubu Moeldoko.

Melalui akun Twitter-nya @RachlanNashidik, Rabu (31/3/2021), ia meminta Moeldoko dan Partai Demokrat versi KLB untuk segera insaf.

Baca juga: KLB Deli Serdang Ditolak, Demokrat Kini Ajak Moeldoko Gabung Resmi: Kalau Mau Jadi Cagub DKI

Baca juga: Reaksi Mahfud MD setelah Demokrat Versi KLB Ditolak, Ungkit Hubungan dengan Moeldoko dan SBY

Ia pun menyarankan Moeldoko agar segera mengakui kesalahan setelah berupaya mendongkel posisi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Saya sarankan Ketum abal abal Moeldoko insyaf dan introspeksi.

Satu-satunya jalan untuk memperbaiki kehormatannya sendiri adalah dengan mengakui kesalahan.

Merangkul kembali etika keperwiraan prajurit TNI yang sempat ia buang, demi ambisi berkuasa yang menghalalkan semua cara," sindir Rachland.

Cuitan Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik, Rabu (31/3/2021), soal pemerintah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat kubu Moeldoko di Deliserdang, Sumatera Utara.
Cuitan Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik, Rabu (31/3/2021), soal pemerintah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat kubu Moeldoko di Deliserdang, Sumatera Utara. (Twitter @RachlanNashidik)

Baca juga: Reaksi Mahfud MD setelah Demokrat Versi KLB Ditolak, Ungkit Hubungan dengan Moeldoko dan SBY

Baca juga: Mahfud MD Ngaku Bersahabat dengan SBY dan Moeldoko meski Akhirnya Tolak Sahkan Demokrat Versi KLB

Sindiran Rachland masih terus berlanjut.

Masih dalam akun Twitter-nya, Rachland lantas menyebut AHY akan dengan tangan terbuka menerima Moeldoko jika ingin menjadi politisi Partai Demokrat.

Ia pun turut menyinggung dugaan soal keinginan Moeldoko mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.

"Demokrat akan menerima dengan tangan terbuka bila KSP Moeldoko berkeinginan menjadi anggota Partai pimpinan Agus Yudhoyono.

Ketua Bapilu @Andiarief__ akan membantunya bila ia ingin maju berkompetisi secara sehat menjadi Cagub DKI da

lam pilkada mendatang.

You are warmly welcome!," tambahnya.  (TribunWow.com/Tami)

Baca artikel lain di sini

Tags:
Yasonna LaolyPartai DemokratIsu Kudeta Partai DemokratMoeldokoAgus Harimurti Yudhoyono (AHY)Karni Ilyas
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved