Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

CVR Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, KNKT Bakal Lakukan Pembacaan Data, Kapan Diumumkan?

Kotak hitam atau black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 akhirnya ditemukan. Ini penjelasan KNKT.

Tribunnews/Herudin
Puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih berada di Dermaga JICT 2, Jakarta Utara, untuk dilakukan pemeriksaan, Sabtu (16/1/2021). 

"Akhirnya CVR itu dihisap oleh kapal kami, masuk ke saringan kapal. Harusnya operasinya diberhentikan pukul 12.00 hari Rabu ini. Jadi Allah yang Maha Kuasa memberikan bantuan kepada kita semua," sambung Alex.

Cerita Ketua KNKT Temukan CVR Sriwijaya, 40 Tangan Penyelam Terluka Hingga Kapal Penyedot Lumpur

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transortasi (KNKT) Soejanto Tjahjono menceritakan penemuan Cockpit Voice Recorder atau CVR pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021.

Soerjanto mengatakan, awalnya pencarian CVR dilakukan secara manual, dengan menerjunkan sekitar 40 penyelam dari berbagai instansi pada area 90x90 meter.

Baca juga: KNKT Ungkap Detik-detik Terakhir Jatuhnya Sriwijaya Air, Sebut Ada Anomali Tuas Mesin: Seperti Macet

Namun, kata Soerjanto, setelah dilakukan penyisiran pada area tersebut secara bergantian selama berhari-hari, tetap tidak ditemukan juga CVR SJ-182.

"Sekali menyelam itu hanya bisa 20 menit, dan tangan penyelam banyak yang luka-luka karena banyaknya serpihan, jadi kemampuan penyelam menjadi terbatas," ujar Soerjanto di Dermaga JITC, Jakarta, Rabu (31/2/2021).

Setelah melihat kondisi penyelaman yang luka-luka, Soerjanto akhirnya memutuskan pencarian CVR menggunakan kapal penyedot lumpur TSHD King Arthur 8, beberapa hari sebelum pencarian dihentikan.

"Baru lima hari menggunakan kapal penyedot lumpur di area 90x90 meter, akhirnya ditemukan CVR yang tertimbun lumpur sedalam satu meter dari dasar laut," ujarnya.

Ia menyebut, total ke dalaman CVR ditemukan dari permukaan laut sedalam 17 meter.

"Sekitar 16 meter ke dalaman dari permukaan laut, setelah digali menjadi 17 meter. Kalau menyelam tidak terlihat, karena tertutup lumpur, ini sebuah muzizat," tuturnya.

Ia menyebut, pencarian CVR menggunakan kapal penyedot lumpur baru pertama kali dilakukan di Indonesia, karena sebelumnya dicari dengan teknik menyelam.

"Belum pernah dilakukan negara lain, ini baru pertama kali," paparnya.

Tim Gunakan Kapal Penghisap Lumpur, CVR Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan di Hari Terakhir Pencarian

Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merupakan komponen dari kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 telah ditemukan.

Hal itu disampaikan dalam konferesi pers Rabu (31/3/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Cockpit Voice RecorderSriwijaya Air SJ 182Pesawat Sriwijaya Air JatuhSriwijaya AirKNKTKomite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved