Ledakan di Gereja Katedral Makassar
Soal Pasutri Tersangka Bom Bunuh Diri, Ali Imron Sebut Orang Salah Pemahaman, Jadi Rebutan Daftar
Mantan terpidana teroris Ali Imron mengungkapkan fakta terkait pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
Ali Imron menyebut orang-orang yang masuk dalam ajaran sesat itu terpengaruh iming-iming.
"Karena yang diniatkan itu untuk melakukan aksi jihad. Ketika melakukan aksi jihad ini pahalanya besar sekali," kata Ali mengungkapkan alasannya.
"Kedua adalah ketika mati, maka dia akan mati syahid, mati yang paling mulia," lanjut dia.
"Dua tujuan itu yang menyebabkan banyak yang mau," tandasnya.
Lebih lanjut, Ali Imron mengaku hingga kini ia juga terus mengingatkan agar orang-orang yang terpapar paham terorisme segera sadar.
Alih-alih sebagai jihad dan mendapat pahala, Ali Imron menegaskan bahwa aksi terorisme dan bom bunuh diri itu hanya mendahulukan nafsu.
Ia pun menyatakan, aksi pemahaman para pelaku terkait aksi jihad salah besar dan tidak benar.
Lihat videonya mulai menit 4.00:
Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Makassar Tinggalkan Wasiat
Pihak kepolisian mengungkapkan adanya pesan terakhir yang ditulis oleh Lukman (26) alias L yang merupakan pelaku dalam kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).
Pelaku L diketahui menuliskan pesan terakhirnya kepada ibunya sebelum melakukan aksi bom bunuh diri bersama dengan istrinya YSR.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers bom di Makassar, di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar (29/3/2021) sore.
Baca juga: BNPT Ungkap Pelatihan Online Buat Bom di Medsos: Ada Beberapa Narasumber
Baca juga: Istri Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Tak Dikenal Warga Sekitar Rumah
Dikutip dari TribunMakassar.com, dalam surat itu, pelaku pamit kepada orangtuanya.

Diketahui, bom yang digunakan oleh pelaku adalah tipe bom panci yang menyebabkan 19 orang terluka.