Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Kubu KLB Seret Nama Ibas ke Kasus Hambalang, Demokrat: Jika Tak Punya Bukti, Jangan Sebar Fitnah

Demokrat buka suara saat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas diseret dalam kasus korupsi proyek Hambalang.

(KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN)
Edhie Baskoro Yudhoyono (tengah) saat bersama jajaran pengurus DPP Partai Demokrat di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (21/3/2013). 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra buka suara saat kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang menyeret nama Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dalam kasus korupsi proyek Hambalang.

Dilansir Tribunnews.com, satu di antara pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat hasil KLB Deliserdang, Max Sopacua.

Max Sopacua menuding Ketua Fraksi Partai Demokrat Ibas, belum tersentuh dalam kasus korupsi proyek Hambalang.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam acara Sapa Indonesia Malam, Minggu (7/2/2021)
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam acara Sapa Indonesia Malam, Minggu (7/2/2021) (Youtube/KompasTV)

Baca juga: Kubu Moeldoko dan AHY Cekcok Bertemu Satu Acara, sampai Minta Maaf Debat di TV: Edukasi yang Jelek

Menanggapi tudingan itu, Herzaky mengaku heran karena pihak kontra- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hanya menyebar fitnah dan tidak menyampaikan bukti.

Herzaky pun menantang agar mereka membawa tudingannya ini ke pengadilan jika memang memiliki bukti.

"Gerombolan pelaku GPK-PD dan KLB ilegal, kalau memang punya bukti baru yang bisa membantu pengungkapan kasus ini kembali, segera bawa dan serahkan kepada penegak hukum terkait."

"Jika memang tidak punya bukti apa-apa, jangan sibuk menebar fitnah dan hoax," kata Herzaky, dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Jumat (26/3/2021).

"Sebaiknya diam saja, daripada mengotori ruang publik dengan kata-kata yang tak bermanfaat," tambahnya.

Baca juga: Ungkap Alasan Pinang Moeldoko, Demokrat Versi KLB Tegas akan Akhiri Era SBY dan AHY

Herzaky menyampaikan, Demokrat memiliki sikap tegas soal kasus Hambalang.

Mereka mengaku terbuka dan mempersilakan jika penegak hukum ingin kembali membuka kasusnya.

"Silahkan jika para penegak hukum ingin membuka kasus ini kembali. Jadikan prosesnya tetap terang-benderang seperti di era Bapak SBY."

"Jangan ada keraguan dalam mengusut kembali kasus ini jika dirasa memang diperlukan. Jangan tebang-pilih," kata Herzaky.

Herzaky juga meminta agar kubu kontra-AHY untuk tidak membuat narasi-narasi kosong.

Terlebih menebar kebohongan dan fitnah, yang disebutnya bak tong kosong nyaring bunyinya.

"Jangan seperti yang dikatakan pepatah lama, tong kosong nyaring bunyinya. Bunyinya saja besar, tapi tak ada isinya."

"Bunyinya saja besar, tetapi tak ada isinya. Berhenti mencari sensasi yang tidak penting dan hanya melempar kegaduhan di masyarakat," pungkasnya.

Baca juga: Elektabilitas AHY Hanya 4,1 Persen, Demokrat Yakin Bisa Kejar Ketertinggalan Mendekati Pilpres 2024

Kubu Kontra-AHY Seret Ibas ke Kasus Hambalang

Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat kubu Kontra-AHY, Max Sopacua menyinggung soal kasus korupsi Hambalang.

Menurutnya, kasus Hambalang adalah salah satu penyebab elektabilitas Partai Demokrat hancur.

Ia pun meminta KPK untuk kembali mengusut kasus Hambalang karena menurutnya masih ada sejumlah nama yang terlibat dalam kasus itu tetapi belum diproses secara hukum.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved