Isu Kudeta Partai Demokrat
Kutip Pesan SBY, Marzuki Alie Tegaskan Masalah Demokrat Tak Melulu soal AHY
Marzuki Alie menjelaskan, apa yang dilakukannya kini adalah mengembalikan Demokrat sesuai dengan tujuan awal berdirinya partai tersebut.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Selanjutnya, Marzuki juga berpesan agar tidak sembarangan menuduh pemerintah terlibat dalam masalah partai.
"Sangat tidak etis ada yang bilang brutalitas negara. Tapi tolong dipahami dulu permasalahan yang ada di kita," kata Marzuki.
Marzuki lalu berpesan kepada publik untuk melihat betul siapa yang ditindas dan siapa yang menindas.
Mantan petinggi Partai Demokrat itu juga mengungkit bagaimana dirinya dan para eks kader Demokrat yang lain dicap sebagai pengkhianat.
Marzuki menegaskan, apa yang kini ia lakukan adalah mengembalikan Demokrat sesuai dengan tujuan awal diciptakannya partai berlambang bintang mercy tersebut.
"Kami ini orang yang disakiti, kami ini orang yang di-zalimi bahwa kami ini harus berbuat sesuatu untuk mengalihkan partai ini menjadi partai sebagaimana niat komitmen orang-orang yang mendirikan partai ini pada awal-awal dulu," pungkas Marzuki.
Baca juga: Partai Demokrat Kubu AHY Gugat Peserta KLB ke PN, Refly Harun: Jangan Buru-buru ke Pengadilan
Simak videonya mulai menit awal:
Kubu AHY Dinilai Bermain Drama
Sementara itu, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seolah tengah bermain drama.
Dilansir TribunWow.com, Yunarto menyebut Partai Demokrat kubu AHY seharusnya fokus mengurus menyelesaikan kisruh kudeta Partai Demokrat.
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube metrotvnews, Jumat (12/3/2021).
Menurut Yunarto, Moeldoko seharusnya meninggalkan posisi kepala Kantor Staf Presiden (KSP) jika ingin membesarkan Partai Demokrat.
Seperti diketahui, Moeldoko terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Deliserdang, Sumatera Utara.
"Kalau Pak Moeldoko serius ingin membesarkan atau menunjukkan bahwa KLB Demokrat yang memilihnya adalah sah," jelas Moeldoko.
"Lebih baik meletakkan jabatan sebagai KSP."
Baca juga: Jhoni Allen akan Laporkan AHY karena Ganti AD/ART Partai Demokrat, Herzaky: Keburu Malu Luar Biasa