Breaking News:

Virus Corona

Banggar DPR Minta RS agar Jangan Jadikan Covid-19 sebagai Ajang Pemburu Rente: Udah Nggak Benar

Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah meminta agar Rumah Sakit tidak menjadikan layanan pandemi Covid-19 sebagai ajang pemburu rente (rent seeker).

HO/TribunWow.com
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah. Ia meminta agar Rumah Sakit tidak menjadikan layanan pandemi Covid-19 sebagai ajang pemburu rente (rent seeker). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah meminta agar Rumah Sakit tidak menjadikan layanan pandemi Covid-19 sebagai ajang pemburu rente (rent seeker).

Menurutnya, sejumlah Rumah Sakit diduga mengubah data pasien dari negatif menjadi positif Covid-19 demi mendapatkan dana klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Untuk itu, saya meminta pemerintah membongkar praktek mafia rumah sakit yang memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk mengeruk keuntungan financial," ujar Said di Jakarta, Senin (15/3/2021) seperti keterangan tertulis yang diterima TribunWow.com.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah. (HO/TribunWow.com)

Baca juga: Ngaku Dapat Amanah dari Mimpi, 6 Orang Nekat Bongkar Makam Jenazah Pasien Covid-19 Lalu Dipindahkan

Said mensinyalir, pandemi Covid-19 menjadi sumber bisnis baru bagi Rumah Sakit.

Dirinya menduga, satu di antara modus yang dilakukan yakni dengan meng-Covid-kan orang sakit yang sesungguhnya tidak terkena Covid-19.

Atau dengan lain, kata Said, mengubah data pasien dari negatif Covid-19 menjadi positif Covid-19.

Modus ini, lanjut Said dilakukan beberapa rumah sakit demi meraup keuntungan dari dana pertanggungjawaban BPJS Kesehatan.

Padahal alokasi anggaran untuk mengatasi Covid-19 ini sangat cukup.

Namun sayangnya, dalam prakteknya masih ada rumah sakit yang memanipulasi data pasien covid ini.

“Sejak kuartal 3 tahun anggaran 2020 sampai sekarang masih banyak rumah sakit yang main-main dalam menginput data pasien. Pasien negative dimasukkan positive agar rumah sakit bisa langsung melakukan tagihan ke BPJS. Ini kan udah nggak benar,” tegasnya.

Baca juga: Sosok Pelaku Pembongkaran 7 Makam Jenazah Pasien Covid-19 di Parepare Terungkap, Ini Motifnya

Politisi Senior PDI Perjuangan ini menegaskan, praktek nakal rumah sakit ini harus segera ditertibkan.

Hal ini penting agar kerugian yang dialami masyarakat Indonesia tidak semakin meluas.

Halaman
12
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved