Pembunuhan Berantai
Rian Pembunuh Berantai Sempat Takut seusai Bunuh Siswi SMA, Seminggu Kemudian Malah Bunuh Janda Muda
Kapolres Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebut pembunuh berantai, MRI alias Rian (21), sempat takut seusai membunuh korban pertama.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Sehingga korban ini mau dibawa ke tempat sebuah penginapan. Mereka berkencan. Setelah selesai berkencan baru kemudian korban itu dihabisi dengan cara dicekik," katanya.
Ekspresi Datar MRI
Saat menjalani proses rekonstruksi, raut wajah MRI tampak datar dan tak menunjukkan penyesalan.
Kepada polisi, MRI mengaku tak membungkus jasad korban kedua sebelum membuangnya di pinggir jalan.
"Mayat yang kedua ini enggak saya bungkus plastik, tapi langsung saya keluarin saja karena kondisinya dilipat di dalam tas ransel," kata MRI.
"(Dibuang) Gak sampai lima menit. Cuma ditarik aja (tasnya)."
Saat diinterogasi polisi, MRI mengaku membunuh kedua wanita itu lalu menekuk jasadnya agar muat dimasukkan di tas gunung atau carrier.
Mayat janda muda berinisial EL (23) dibuang di pinggir Jalan Trobosan, kawasan Gunung Geulis, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Sementara itu, mayat siswi SMA, DP (18), dibuangnya di pinggir jalan kawasan Cilebut, Tanah Sareal, Kota Bogor.
"Kepalanya di atas," jelas MRI saat ditanya caranya memasukkan jasad dalam tas gunung, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Kamis (11/3/2021). (TribunWow.com/Tami/Brigitta)
Artikel ini telah diolah dari TribunnewsBogor.com dengan judul Sempat Takut Bunuh 2 Wanita Berturut-turut, Rian Bogor Ngaku Berani Karena Ini: Dia Tidak Bisa Tahan, Kronologi Lengkap Pembunuhan Berantai di Bogor, Pelaku Terancam Hukuman Mati, dan Kompas.com dengan judul Bunuh 2 Teman Kencan dalam 2 Pekan, Rian: Saya Benci Perempuan