Pembunuhan Berantai
Pemicu Rian Bogor Ngaku Benci Wanita, Diduga Panik seusai Ditangkap Polisi: Kehidupannya Normal
Terungkap alasan Rian mengaku membenci wanita ketika diamankan oleh pihak kepolisian seusai melakukan pembunuhan berantai.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian sampai saat ini masih mendalami motif Muhammad Rian (21) alias Rian Bogor melakukan pembunuhan berantai terhadap dua orang wanita.
Setelah ditangkap seusai membuang korbannya yang kedua, Rian sempat mengaku dirinya membunuh korban karena membenci wanita.
Namun kini, pengakuan itu diduga diucapkan oleh Rian karena dirinya berada dalam kondisi panik seusai ditangkap oleh polisi.

Baca juga: Diduga Ingin Pamer, Rian Bogor Sengaja Buang 2 Korban Pembunuhannya di Tempat Ramai
Hal itu diungkapkan oleh Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam acara Kabar Petang tvOne, Sabtu (13/3/2021).
Diketahui, Rian mengucapkan pengakuan itu sesaat setelah dibekuk oleh polisi.
Kombes Susatyo menjelaskan, Rian pada saat itu diduga ingin menutupi kejahatannya turut merampok barang berharga milik korban.
"Tentunya dia ingin menutupi bahwa dia juga mengambil barang dari milik korban," ungkapnya.
Seusai penangkapan, pihak kepolisian bergerak mendalami pengakuan Rian soal rasa bencinya terhadap wanita.
Ketika didalami, Rian ternyata memiliki kehidupan yang normal.
"Kehidupannya normal walaupun dia sudah ditinggalkan orangtuanya (ayah) sejak kecil, tapi dia diasuh oleh ibunya, oleh kakak-kakaknya," terang Kombes Susatyo.
Bahkan Rian ternyata sempat mendekati wanita pada saat masih bersekolah di SMP dan SMA.
Kombes Susatyo meyakini ada motif lain di balik pembunuhan yang dilakukan oleh Rian.
"Sehingga ketika dia memutuskan untuk menghabisi nyawa korban yang pertama ataupun yang kedua, tentunya ada sebuah motif," jelasnya.
Kombes Susatyo menambahkan, Rian diduga membunuh bukan karena motif ekonomi.
Ia mengatakan, kehidupan ekonomi Rian sebagai pedagang yang berjualan online tidak mengalami masalah tertentu.