Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Soal Dualisme Partai Demokrat, Ruhut Sitompul Sebut Sejauh Ini yang Menang Kubu Moeldoko

Politisi Partai PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul buka suara terkait persoalan di Partai Demokrat.

YouTube/Akbar Faizal Uncensored
Politisi Partai PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul buka suara terkait persoalan di Partai Demokrat. 

TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul buka suara terkait persoalan di Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, Ruhut menyebut bahwa pemenang dalam dualisme di Partai Demokrat adalah hasil kongres luar biasa (KLB).

Hal itu disampaikannya dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (11/3/2021).

Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut, Moeldoko memberikan pidato perdana di arena Kongres Luar Biasa (KLB) di The Hill Hotel, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (5/3/2021) malam.
Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut, Moeldoko memberikan pidato perdana di arena Kongres Luar Biasa (KLB) di The Hill Hotel, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (5/3/2021) malam. (TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA)

Baca juga: Ruhut Sitompul Ungkap Alasan Keluar dari Demokrat, Mengaku Terkait Pilgub DKI Jakarta 2017

Baca juga: Debat Jubir Pihak Moeldoko, Herzaky Pamer Kartu Anggota Demokrat: Bang Razman KTA-nya Gimana?

Dalam kesempatan itu, meski sudah tidak lagi sebagai kader Partai Demokrat, Ruhut mengaku dari awal tetap mengikuti persoalan tersebut.

"Jadi kan saya ikutin ini semua. Sudah itu Jhoni Allen sebagai pimpinan sidang mengatakan 'dengan ini saya nyatakan kepengurusan AHY demisioner' udah itu secara aklamasi semua minta Pak Moeldoko," ujar Ruhut.

Ruhut lantas menyimpulkan bahwa sementara ini pemenang dari dualisme Partai Demokrat adalah yang diketaui oleh Kepala Staf Presiden (KSP), Moledoko.  

Pasalnya menurutnya, dilihat dari reaksi kepemiminan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menunjukkan ada ketakutan bakal direbut.

Padahal dikatakannya bahwa ketika merasa yakin dan percaya dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat hasil kongres ke-V 2020 maka tidak perlu takut dan banyak bicara dalam menghadapi hasil KLB tersebut.

"Kenapa saya katakan sekarang the winner? Kalau memang benar kita (Demokrat) solid, kita kuat, jangan kayak sekarang reaksinya," jelasnya.

"Sebenarnya maksud saya, merasa kuat di AD/ART itu saja pertahankan, jangan dibawa keluar," imbuhnya.

Baca juga: Dicecar Najwa Shihab, Darmizal Bantah Pemilihan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat Hasil Aklamasi

Ruhut mempersoalkan reaksi yang dilakukan pihak AHY yang membawa persoalan tersebut keluar.

Terlebih sempat menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi), meski diakuinya tidak ada larangan dan apalagi surat tersebut menurut pihak AHY juga disampaikan secara sopan dan halus.

Termasuk juga dikatakan Ruhut, munculnya tudingan-tudingan kepada pemerintah.

"Tapi surat itu dilayangkan, lingkungan ring satu AHY ini yang tidak halus, termasuk Andi Mallarangeng," kata Ruhut.

"Dia bilang begini 'Akhirnya bukan Moeldoko, tetapi pemerintahan Pak Jokowi ingin mengembalikan era Orde Baru," tambahnya.

"Betul Andi suratnya halus, tetapi lingkungannya enggak halus, apalagi engkau mengatakan demikian. Itu bahaya,"

Simak videonya mulai menit ke- 26.50:

Ungkap Alasan Keluar dari Demokrat

Sebelumnya dalam kesempatan sama, Ruhut Sitompul mengungkapkan alasannya keluar dari Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, Ruhut mengatakan bahwa alasanya keluar dari Demokrat tidak terlepas dengan pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2017.

Baca juga: Tak Ingin jadi Kacang Lupa Kulit, Ruhut Sitompul Sedih Moeldoko Dituduh Demokrat: Jangan Halu KLB

Baca juga: Bahas Kudeta, Ruhut Wanti-wanti Demokrat soal Jhoni Allen: Udah Berdarah-darah, Jangan Dirasanin

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved