Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Dicecar Najwa Shihab, Darmizal Bantah Pemilihan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat Hasil Aklamasi

Penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Darmizal mendapat cecaran dari pembawa acara Najwa Shihab.

YouTube/Najwa Shihab
Penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Darmizal mendapat cecaran dari pembawa acara Najwa Shihab soal penetapan KSP Moeldoko sebagai ketum. 

TRIBUNWOW.COM - Penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Darmizal mendapat cecaran dari pembawa acara Najwa Shihab.

Momen tersebut terjadi dalam acara Mata Najwa, Rabu (10/3/2021).

Dilansir TribunWow.com, Darmizal membantah pernyataan dari Najwa Shihab yang menyebut terpilihnya Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko merupakan hasil aklamasi.

Suasana kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021), Jumat (5/3/2021)
Suasana kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021), Jumat (5/3/2021) (Youtube/KompasTV)

Baca juga: Tak Akui KLB, Ketua DPD Demokrat Sulsel Sebut Tak Lebih dari Arisan: Orangnya Tak Hadir Kan Diulang

Baca juga: Salim Said Bingung soal Dualisme Demokrat, Karni Ilyas: Jadi yang Diperebutkan Pepesan Kosong?

Menurutnya, terpilihnya Moeldoko sebagai Ketum Demokrat didapat secara demokratis, yakni melalui voting.

Lebih lagi, dikatakannya bahwa Moeldoko tidak maju sendirian calon, melainkan ada lawannya, yakni Marzuki Alie.

"Tadi saya ingin ralat pendapat Nana, bahwa KLB ini memilih Pak Moeldoko secara aklamasi, sebetulnya itu salah," ujar Darmizal.

"Pak Moeldoko terpilih berdasarkan suara terbanyak, ketika dua pasang calon maju, yaitu Marzuki Alie dan Pak Moeldoko," ungkapnya.

"Marzuki Alie langsung ada di tempat untuk bertanding dengan Pak Moeldoko."

Meski membenarkan fakta tersebut, Najwa Shihab menyoroti proses pemilihannya yang terbilang cukup singkat.

Terlebih proses voting yang dilakukan juga terkesan hanya formalitas.

"Tapi yang tidak hadir justru yang menang, KLBnya hanya 51 menit total, votingnya pun hanya dengan cara berdiri saja. Jadi ini demokratis kah?" tanya Najwa Shihab.

Baca juga: Sri Mulyono Sebut SBY yang Bunuh Demokrasi di Demokrat: Mengondisikan Aklamasi AHY Calon Tunggal

Darmizal lantas mengoreksi pernyataan dari Najwa Shihab soal lamanya waktu KLB.

"KLB itu kami mulai sekitar jam 13.40 WIB dan selesai jam 22.30 WIB malam, siapa yang bilang hanya 30 menit?" kata Darmizal.

"51 menit untuk pemilihan ketua," balas Najwa Shihab.

Menjawab hal itu, Darmizal beralasan karena semua peserta langsung menyepakati hasil voting yang memenangkan Moeldoko sebagai ketua umum.

Hanya saja, dirinya menegaskan tidak membenarkan ketika disebut sebagai aklamasi, pasalnya sudah melalui proses voting terbuka.

"Jadi sudah aklamasi sudah sepakat semua, pokoknya Pak Moeldoko menjadi ketua," tanya Najwa Shihab.

"Tidak aklamasi karena dipilih berdasarkan votting terbuka," bantah Darmizal.

Simak videonya mulai menit ke- 4.55:

Tak Akui KLB, Ketua DPD Demokrat Sulsel Sebut Tak Lebih dari Arisan

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved