Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Kesaksian Peserta KLB Deliserdang yang Terima Rp 100 Juta, Semua yang Masuk Diberikan Jaket

Meski mendapat uang Rp 100 juta dari kubu Moeldoko, Eks Ketua DPP Demokrat, Rahman Dontili tetap memilih untuk membongkar kecacatan KLB Deliserdang.

YouTube Agus Yudhoyono
Mantan Ketua DPC Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Rahman Dontili, memberikan testimoni sebagai peserta KLB di Deliserdang. Ditampilkan dalam acara Konferensi Pers Menguak Kebenaran Jilid II: Rekonstruksi KLB Abal-abal, Jumat (12/3/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua DPP Partai Demokrat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Rahman Dontili mengaku diberikan uang Rp 100 juta untuk hadir dalam acara kongres luar biasa (KLB) di Deliserdang.

Hadir sebagai peserta KLB, Rahman menyatakan, KLB tersebut memiliki banyak kecacatan dan tidak sah.

Rahman mengaku mencintai Demokrat sehingga memilih untuk bersuara walaupun sudah menerima uang Rp 100 juta.

Pidato Perdana Moeldoko Usai Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).
Pidato Perdana Moeldoko Usai Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Deli Serdang, Jumat (5/3/2021). (YouTube Kompastv)

Baca juga: AHY Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Dugaan Pemalsuan Akta Pendirian Partai Demokrat

Pengakuannya ditampilkan dalam Konferensi Pers Menguak Kebenaran Jilid II: Rekonstruksi KLB Abal-abal, Jumat (12/3/2021).

Berdasarkan pengakuan Rahman, KLB pada saat itu hanya dihadiri oleh beberapa orang saja yang memang benar-benar Ketua DPC.

"Saya melihat itu memang yang hadir pada saat itu bukan pemilik suara sah," kata Rahman.

Rahman kemudian bercerita, ketika hadir di KLB Deliserdang, dirinya tidak mengenali kader-kader di sana.

"Tapi pada saat ketika acara (KLB Deliserdang) berlangsung itu dalam hati saya bertanya, ini bukan pemilik suara sah," ungkapnya.

Walaupun tidak mengenali orang-orang yang hadir sebagai peserta DPC, Rahman mengakui ruangan KLB di Deliserdang pada saat itu dipenuhi banyak orang.

Rahman mengatakan, setiap orang yang masuk ke ruangan, diberikan jaket oleh panitia.

"Karena kami disiapkan jaket, tas, semua disiapkan oleh panitia," ujarnya.

Lalu Rahman kembali menyoroti kerancuan KLB tersebut, yakni daftar hadir yang diisi seusai acara.

Ia juga menyinggung soal sedikitnya kehadiran pemilik suara sah DPD dan DPC, hinga tidak ada restu dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Saya melihat acara kongres itu memang tidak sah," tegas Rahman.

Rahman mengatakan, dirinya memilih untuk membongkar kerancuan KLB Deliserdang karena rasa cintanya terhadap Demokrat.

"Perlu saya sampaikan, saya juga orang yang memang menerima uang Rp 100 juta tapi bukan berarti saya harus diam," ujar dia.

"Karena masih mencintai Partai Demokrat ini, jadi saya melaporkan bahwa KLB itu bukan pemilik suara sah yang hadir," kata Rahman.

"Itu cuma perwakilan saja," pungkasnya.

Baca juga: Debat Jubir Pihak Moeldoko, Herzaky Pamer Kartu Anggota Demokrat: Bang Razman KTA-nya Gimana?

AHY: Boleh Miskin Harta, Jangan Miskin Harga Diri

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat mengomentari video tentang kesaksian peserta kongres luar biasa (KLB) di Deliserdang, Sumatera Utara.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved