Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Andi Mallarangeng Terima Kasih ke Gatot yang Tolak Kudeta Demokrat: Beda dengan Jenderal Satu Itu

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng menyampaikan terima kasih kepada mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Youtube/Refly Harun
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, dalam kanal YouTube Refly Harun, Selasa (8/3/2021). Dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang menolak tawaran mengkudeta Partai Demokrat. 

"Beda dengan Jenderal satu itu," ungkapnya.

"Yang besarkan juga Pak SBY, tapi kacang lupa lanjaran," imbuh Andi.

Lebih lanjut, ia pun membenarkan apa yang dikeluhkan oleh SBY yang mengaku menyesalkan pernah berbuat baik kepada Moeldoko.

"Ternyata Beliau (SBY) menyadari salah pilih dulu itu, orang semacam begini (Moeldoko) mestinya tidak dipilih," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 38.30

Andi Mallarangeng Siap Maafkan Moeldoko

Sebelumnya, Andi Mallarangeng menyebut masih bersedia untuk memaafkan Kepala Staf Presiden (KPS) Moeldoko.

Sebagaimana diketahui, Moeldoko menjadi pihak ekternal yang terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD).

Hal itu dibuktikan saat Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres luar biasa (KLB) di Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Menangis Tersedu-sedu, Darmizal Menyesal Dukung SBY, Sebut Ada Kewajiban Setoran ke Partai Demokrat

Baca juga: Razman Arif Sebut AHY Grasah-grusuh Datangi Kemenkumham soal KLB Demokrat: Mestinya Kami yang Datang

Menurut Andi, langkah Moeldoko yang sebenarnya tidak etis tersebut, masih bisa memaklumi.

Hanya saja dengan catatan yang bersangkutan menyadari kesalahannya dan menghentikan hasrat politik tersebut.

"Tentu saja kita siap memafkan Pak Moeldoko, tentu saja dengan catatan beliau menyadari kesalahannya," ujar Andi, dikutip dalam acara Prime Talk, Selasa (8/3/2021).

Andi menyakini bahwa cepat atau lambat Moeldoko akan menyadari fakta yang sebenarnya terjadi dalam KLB.

"Lama-lama Pak Moeldoko tahu juga bahwa yang memilih dia itu abal-abal semuam," kata dia.

"Kalau abal-abal semua, ini berarti sebenarnya ngapain meneruskan sesuatu yang tidak ada legalitasnya," imbuhnya.

Halaman
123
Tags:
Andi MallarangengGatot NurmantyoIsu Kudeta Partai DemokratKLB Partai DemokratGerakan Politik Ambil Alih Partai DemokratAgus Harimurti Yudhoyono (AHY)Moeldoko
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved