Isu Kudeta Partai Demokrat
Immanuel Ebenezer Minta Jokowi Copot Moeldoko, Sebut Bahaya bagi Demokrasi dan Presiden
Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer ikut tanggapi dualisme di tubuh Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
"Melihat bahwa perilaku Moeldoko ini sangat merugikan sekali terhadap pemerintahan Jokowi dan bahaya bagi demokrasi."
"Jadi sekali lagi Pak Moeldoko sangat layak untuk dicopot karena ini bahaya buat demokrasi, bahaya juga untuk legacy Jokowi, bahaya juga untuk Nawa Cita," pungkasnya.
Simak videon lengkapnya:
AHY: KSP Moeldoko Tak Mencintai, tapi Ingin Memiliki Demokrat
Di sisi lain, sebelumnya, Ketua Umum Partai Demomrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyindir Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko.
Dilansir TribunWow.com, AHY menyebut Moeldoko adalah orang yang hanya ingin memiliki Partai Demokrat.
Seperti diketahui, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Konferensi Luar Biasa (KLB) di Deliserdang, Sumatera Utara.
Baca juga: Ini Penjelasan AHY Tetap Ketum Demokrat meski Versi KLB Pilih Moeldoko, Ternyata Menyangkut Hukum
Terpilihnya Moeldoko mengakibatkan dualisme kepemimpinan Partai Demokrat.
Pasalnya, hingga kini AHY juga masih menjabat sebagai ketua umum.
Terkait hal itu, AHY lantas mengajak seluruh pengurus Partai Demokrat se-Indonesia berkumpul meski lewat panggilan video.
Dalam pidatonya, AHY menyinggung pihak-pihak yang berpura-pura mencintai Partai Demokrat.
"Mudah sekali keluar masuk partai, mudah sekali meninggalkan kita," ucap AHY, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Minggu (7/3/2021).
"Saat kita naik mereka kembali seolah-olah mencintai Partai Demokrat."
"Saya ulangi, seolah-olah mencintai," sambungnya.
Baca juga: Reaksi Mahfud MD Ditanya Sah Tidaknya KLB Demokrat yang Pilih Moeldoko Jadi Ketum: AHY Masih Resmi
AHY menambahkan, Moeldoko hanya berpura-pura mencintai Partai Demokrat.
Menurutnya, hal itu dilakukan untuk merebut posisi AHY di partai berlambang bintang tersebut.
"Katanya saudara Moeldoko itu mencintai Partai Demokrat," jelasnya.
"Katanya ada yang mengatakan, mencintai itu tidak harus memiliki."
"Yang jelas, KSP Moeldoko tidak mencintai tapi ingin memiliki Partai Demokrat," tandasnya. (TribunWow/Elfan/Jayanti)