Isu Kudeta Partai Demokrat
Gaungkan Moeldoko Musuh Bersama, AHY: Kita Tak Bisa Minta Bantuan Siapapun, Kecuali Rakyat Indonesia
Ketua Umum Partai Demokrat AHY, melakukan rapat konsolidasi yang dihadiri dihadiri 514 DPC dan 34 DPD, ia menyebut Moeldoko sebagai musuh bersama.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Parta Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar rapat konsolidasi partai yang dihadiri 514 dewan pimpinan cabang (DPC) dan 34 dewan pimpinan daerah (DPD), di Jalan Proklamasi No 41, Jakarta, Minggu (7/3/2021).
Dilansir dari Kompas TV, AHY menggelar rapat konsolidasi secara maraton yang bertujuan untuk merapatkan barisan kader dan simpatisannya.
Rapat konsolidasi marathon digelar sejak pukul 10.00 WIB hingga malam hari.
Rapat konsolidasi ini membahas strategi yang dilakukan untuk menentang Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat versi Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).
“Nanti ada forum khusus yang bersifat internal saya ingin berbicara langsung kepada para ketua DPD,” jelas AHY.
“Sehingga lebih jelas apa yang terjadi, perkembangan terakhir, dan apa yang akan kita lakukan selanjutnya,” imbuhnya.
“Langkah-langkah strategis taktis dan juga kita berharap segera temukan solusi terbaik untuk menyelesaikan prahara ini,” ujar AHY.
Baca juga: Pengamat Nilai Hasil KLB Demokrat Deliserdang Bakal Disahkan Kemenkumham: Sudah Ada Contoh Nyatanya
Baca juga: Gatot Nurmantyo Ngaku Pernah Ditawari Gulingkan AHY dari Ketum Demokrat, Langsung Tolak karena Ini
Baca juga: Ini Penjelasan AHY Tetap Ketum Demokrat meski Versi KLB Pilih Moeldoko, Ternyata Menyangkut Hukum
AHY mengatakan, pihaknya tidak bisa meminta bantuan kepada siapapun, kecuali kepada rakyat Indonesia.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Partai Demokrat dalam menghadapi kudeta kepemimpinan ini.
”Saya juga berterimakasih melalui forum ini, kepada segenap masyarakat Indonesia dari berbagai elemen di berbagai daerah, yang satu per satu memberikan supportnya kepada Partai Demokrat,” jelasnya.
Ia juga berpesan untuk tetap tegar dan sabar serta terus berjuang, karena yang diperjuangkan partai adalah aspirasi rakyat.
AHY menegaskan bahwa musuh bersama Partai Demokrat adalah Moeldoko, Kepala Staf Keprseidenan (KSP).
“Yang jelas kita mempunyai musuh bersama aktor eksternal yaitu (KSP) Moeldoko, dia berkomplot dengan segelintir kader, kader yang dipecat secara tidak hormat,” tegas AHY.
Baca juga: Kehadiran Moeldoko Jadi Bukti Dugaan Istana Campur Tangan KLB Demokrat, Pengamat: Kamuflase Saja
Baca juga: Hasil KLB Demokrat yang Tunjuk Moeldoko Jadi Ketum Bisa Mendapatkan SK Sah jika Penuhi Syarat Ini
AHY menambahkan Moeldoko berkolusi dan juga mencoba untuk memutarbalikan fakta yang ada.
“Dia berkolusi dan juga mencoba untuk memutarbalikan fakta, menggulingkan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah berdasarkan kongres ke-5 tanggal 15 Maret 2020 yang lalu,” tegasnya.