Isu Kudeta Partai Demokrat
Enggan Nyapres meski Ditawari Demokrat, Gatot Nurmantyo Takut Disebut Tak Tahu Terima Kasih ke SBY
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengaku saat ini tidak berambisi jadi presiden, meskipun mendapat tawaran dari partai.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
Karena itu, Gatot tanpa berpikir panjang menolak tawaran tersebut.
"Saya bilang menurunkan AHY, saya bilang gini lho, 'Saya ini bisa naik bintang satu, bintang dua, taruh lah itu biasalah'," ujar Gatot.
"'Tapi kalau begitu saya naik bintang tiga itu Presiden pasti tahu kan gitu. Kemudian jabatan Pangkostrad, pasti Presiden tahu."
"Apalagi Presidennya tentara waktu itu Pak SBY ya kan. Tidak sembarangan gitu," tambahnya.
Baca juga: Minta AHY Segera Kumpulkan DPD dan DPC, Pengamat: Masyarakat Masih Melihat Demokrat adalah SBY
Baca juga: Elus Dada saat Sebut Nama Moeldoko, SBY Mengaku Malu dan Bersalah Pernah Berikan Jabatan
Gatot lantas menceritakan pesan SBY padanya dulu.
Kala itu, Gatot pun langsung berjanji akan bertanggungjawab atas jabatan yang diberi SBY.
"Bahkan saya Pangkostrad dipanggil 'Kamu akan dijadikan kapala staf angkatan darat'," kata Gatot.
"Saya terima kasih atas penghargaan ini dan akan saya pertanggungjawabkan."
"'Cintai prajuritmu dan keluarga dengan segenap hati dan pikiran'."
"Beliau tidak titip apa-apa, tidak pesan lainnya lagi," imbunya.
Karena itulah, Gatot tak mau membalas jasa SBY dengan pendongkelan jabatan AHY.
"Maksud saya, apakah iya saya dibesarkan oleh Beliau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan satu lagi Pak Jokowi."
"Terus saya membalasnya dengan mencongkel anaknya?," tandasnya. (TribunWow.com/Brigitta/Tami)