Isu Kudeta Partai Demokrat
Sebut Demokrat Makin Jago Pencitraan setelah Ditinggalkannya, Ruhut Sitompul: Ngeri, Surati Presiden
Politikus PDIP Ruhut Sitompul membandingkan situasi Partai Demokrat saat ini dengan dulu semasa ia masih menjadi anggota.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
"Ih, ngeri kali. Saya bilang tolong cabut kata-katanya Andi. Kalau Orde Baru, ketua umum saya, Ibu Megawati, yang paling teraniaya," desaknya.
Pengamat politik M Qodari lalu menimpali pernyataan Ruhut.
Menurut dia, Jokowi tidak lagi membutuhkan dukungan dari Demokrat.
"Pemerintahan Jokowi ini partai pendukungnya sudah banyak. Tidak perlu Partai Demokrat lagi," komentar Qodari.
Lihat videonya mulai menit ke-7.00:
Ruhut Bongkar Cara Pemilihan AHY di Demokrat Diduga Tak Adil
Mantan politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku mendapat banyak keluhan dari kader partai terkait pemilihan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi ketua umum.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Apa Kabar Indonesia di TvOne, Kamis (4/2/2021).
Diketahui AHY terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 menggantikan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Baca juga: Beredar Isu Moeldoko Minta Jabatan ke SBY Jadi Ketum Demokrat, Marzuki Alie Ngaku Namanya Terseret
Ruhut Sitompul lalu menyoroti banyak kader Partai Demokrat yang sebetulnya tidak menyetujui terpilihnya AHY.
"Kalau bicara kepartaian, yang kita kenal kalau ada dari pengurus yang kurang sreg, sesuai dengan aturan bisa melakukan namanya KLB (Kongres Luar Biasa), bukan kudeta," terang Ruhut Sitompul.

Hal itu ia singgung mengingat AHY baru-baru ini menyebut ada upaya kudeta dari dalam dan luar Demokrat.
Menilik sejarah pemilihan AHY, Ruhut mengaku kaget.
Tidak hanya dirinya, kader-kader lain pernah menyampaikan keluhan mereka kepada Ruhut.