Vaksin Covid
Vaksin Covid-19 untuk Lansia Kini Bisa dengan Drive Thru, Begini Cara Daftarnya Pakai Aplikasi Ini
Program vaksinasi Covid-19 untuk orang lanjut usia (lansia) kini memiliki alternatif baru, yakni sistem drive thru yang bekerja sama dengan Halodoc.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Program vaksinasi Covid-19 untuk orang lanjut usia (lansia) kini memiliki alternatif baru.
Dilansir TribunWow.com, layanan vaksinasi bagi lansia itu dapat dilakukan secara drive thru untuk wilayah DKI Jakarta.
Dengan sistem drive thru, penerima vaksin tidak perlu turun dari kendaraan.
Baca juga: Menkes Budi Minta Masyarakat Sabar Tunggu Vaksin: Sampai Juni Mungkin Baru 20 Persen Bisa Divaksin
Sistem ini mulai dilaksanakan Rabu (3/3/2021).
Hal itu dikonfirmasi Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.
"Iya, betul," ucap Nadia Tarmizi, dikutip dari Kompas.com, Senin (1/3/2021).
"Nanti diatur tempatnya, pasti di ruangan yang luas, tidak di Fasyankes," tambahnya.
Untuk menyelenggarakan sistem ini, Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan aplikasi Halodoc.
Dikutip dari situs halodoc.com, layanan drive thru vaksin Covid-19 untuk lansia ini diadakan di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Tepatnya di layanan kesehatan yang didirikan di Parkir Hall C Jiexpo (Samping POM Bensin Kemayoran) - Jalan Benyamin Sueb, Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara.
Baca juga: WHO Ungkap Alasan Vaksin Covid-19 Tak Boleh Diberikan ke Anak di Bawah 16 Tahun, Ternyata Bahaya
Pelaksanaan vaksinasi disediakan bagi warga DKI Jakarta lansia dengan jam operasional 08.00-17.00 WIB.
Penerima vaksin yang sudah lansia dapat ditemani pendamping.
Kendaraan yang digunakan untuk drive thru dapat menggunakan roda dua maupun roda empat.
Penerima vaksin harus mempersiapkan KTP DKI Jakarta.
Disarankan penerima vaksin memakai pakaian yang mudah dilipat pada bagian lengan serta mematuhi protokol kesehatan.
Pada situs Halodoc, terdapat pilihan Telepon RS dan Petunjuk Lokasi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang vaksinasi drive thru.
Alasan Vaksin Covid-19 Tak Boleh Diberikan ke Anak di Bawah 16 Tahun
Kepala Peneliti World Health Organization (WHO) Soumya Swaminathan mengungkapkan alasan vaksin Covid-19 tidak boleh diberikan ke anak di bawah usia 16 tahun.
Dilansir TribunWow.com, diketahui selama ini vaksin Covid-19 diberikan untuk rentang usia 18-59 tahun.
Izin pemberian vaksin untuk usia di atas 60 tahun pun baru diberikan akhir-akhir ini.
Baca juga: Apakah Vaksin Kebal Varian Baru Covid-19? WHO Jawab Kemungkinan Harus Perbarui Vaksin Tiap Tahun
Soumya menjelaskan ada alasan ilmiah berdasarkan penelitian yang dilakukan.
"Ketika obat atau vaksin baru dikembangkan melalui uji klinis dan dites dengan orang yang menderita penyakit, untuk memastikan obat itu efektif dan aman, umumnya dimulai dengan orang dewasa," jelas Soumya Swaminathan, dalam laman who.int.
"Jika kemungkinan ada efek samping yang tidak diketahui, kami tidak ingin anak-anak menjadi yang pertama menderitanya," jelas dia.
Selain itu, penelitian selama ini menunjukkan vaksin Covid-19 lebih aman untuk orang berusia 18 tahun ke atas.
"Selama ini seluruh vaksin yang dikembangkan telah diuji terhadap orang dengan usia di atas 18 tahun, atau dalam suatu kasus 16 tahun," kata Soumya.
"Itulah data populasi di mana vaksin direkomendasikan," lanjut dia.
Ia menyinggung Covid-19 umumnya menimbulkan gejala yang lebih buruk pada orang dewasa, lanjut usia, serta komorbid.
Maka dari itu vaksin diprioritaskan untuk mereka.
Baca juga: Beda Jenis dengan Vaksin Covid-19 Gratis dari Pemerintah, Apa Itu Vaksin Gotong Royong?
"Karena Covid-19 adalah penyakit yang lebih serius dan mematikan untuk orang yang lebih tua, lanjut usia, serta penderita penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, sakit jantung," terang Soumya.
"Kelompok ini dinyatakan aman menerima vaksin," katanya.
Soumya menerangkan WHO tengah berupaya meneliti vaksin yang aman digunakan untuk anak-anak.
"Uji klinis terhadap anak-anak akan segera dimulai. Di bulan depan kami akan memulai penelitian (vaksinasi) terhadap anak-anak," papar Soumya.
Selain itu, Soumya menyinggung saat ini lebih banyak persediaan vaksin untuk orang dewasa.
Apabila penelitian dan uji klinis telah dilakukan, WHO akan merilis panduan vaksinasi untuk anak-anak. (TribunWow.com/Brigitta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kebalcovid0191812021.jpg)