Vaksin Covid
Menkes Budi Minta Masyarakat Sabar Tunggu Vaksin: Sampai Juni Mungkin Baru 20 Persen Bisa Divaksin
Menkes Budi menjelaskan bahwa kini vaksin Covid-19 tengah menjadi barang rebutan berbagai negara di dunia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat bersabar menanti giliran mendapat vaksin Covid-19.
Budi mengatakan, vaksin saat ini tengah menjadi barang yang diperebutkan oleh seluruh negara di dunia.
Sampai bulan Juni 2021 nanti, Budi memprediksi Indonesia baru sanggup melaksanakan vaksinasi terhadap 20 persen masyarakat.
Baca juga: Apakah Nyeri Otot setelah Disuntik Vaksin Covid-19 Normal Terjadi? Simak Penjelasan Ahli
Dikutip dari YouTube Kompastv, hal itu diungkapkan oleh Budi saat meninjau proses vaksinasi terhadap para ulama hingga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Gedung MUI Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2021) pagi.
"Vaksin ini menjadi rebutan di seluruh dunia," ujar Budi.
"Banyak negara belum bisa mendapatkan vaksinnya, termasuk negara maju juga baru mulai (vaksinasi) beberapa di Asia."
"Jadi Indonesia bersyukur kita bisa dapat (vaksin)," ungkapnya.
Lantaran masih menjadi barang rebutan, Budi menyampaikan bahwa vaksinasi mau tidak mau harus dilakukan secara bertahap.
"Jadi bapak ibu tolong bersabar," kata Budi.
"Sampai Juni ini mungkin baru 20 persen bisa divaksin, karena kita berusaha keras untuk mendapatkan vaksin sebanyak-banyaknya."
"Sisanya nanti di bulan Juli Insyaallah bisa sebagian besar rakyat divaksin," tegas Budi.
Seperti yang diketahui, Indonesia menargetkan 70 persen penduduknya mendapat vaksinasi, yakni sekira 180 juta penerima vaksin.
Setelah memaparkan soal target vaksinasi, Budi mengucapkan terima kasih kepada MUI yang telah membantu mengkampanyekan vaksinasi kepada masyarakat.
"Rekan-rekan, vaksin ini bukan hanya melindungi kita tapi juga melindungi saudara-saudara kita, tetangga kita, seluruh kita, seluruh orang Indonesia," papar Budi.
"Vaksin ini bukan kepentingan individu, ini sesuatu yang bermanfaat untuk rakyat lain, terutama rekan-rekan kita yang lebih lemah, orang-orang tua, komorbid, yang mungkin memang enggak bisa divaksin," pungkasnya.
Baca juga: Gibran Ungkap Keterbatasan Vaksin Jadi Hambatan Utama Tangani Covid-19 di Solo: Minta Diprioritaskan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/menkesbudignadi332221.jpg)