Isu Kudeta Partai Demokrat
SBY Turun Gunung Atasi Kudeta Demokrat, Ali Ngabalin: Aduh Kasihan Ya, Masalah Remeh-temeh Begini
Persoalan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD) kembali berlanjut.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
Kembali terkait gerakan kudeta yang mengancam Partai Demokrat, Ali Ngabalin menyebut bukan masalah besar.
Dirinya lantas menyinggung kekuatan Partai Demokrat yang saat ini dikuasai oleh satu pihak saja, yakni ada di tangan SBY.
Sehingga menurutnya SBY dan Partai Demokrat tidak perlu takut dengan adanya gerakan-gerakan tersebut.
"Pemegang saham Partai Demokrat itu kan Pak SBY. Beliau pasti tahu bagaimana tata cara satu proses organisasi harus mensuksesi kepemimpinan," terang Ali Ngabalin.
"Karena itu saya kira tidak terlalu arif menyikapi sikap-sikap politik seperti ini di ruang publik," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 1.20
SBY: Saya Harus Turun Gunung
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD) belum berhenti.
Dilansir TribunWow.com, SBY mengatakan masih ada laporan yang menyatakan para pelaku GPKPD masih saja berkeliaran dengan misi yang sama.
Hal itu diungkapkannya dalam keterangan resminya yang diunggah dalam kanal YouTube Partai Demokrat, Rabu (24/2/2021).
"Saya telah mendapatkan laporan resmi dari pimpinan partai dan mendapatkan informasi dari daerah."
"Bahwa segelintir kader dan mantan kader pelaku GPKPD itu masih bergerak di lapangan, sembunyi-sembunyi, kucing-kucingan. Berarti gerakan ini masih ada," ujar SBY.
Baca juga: Ungkit Momen Penggerudukan Rumahnya saat Pilkada DKI 2017, SBY: Oleh Orang yang Dekat Penguasa
Bahkan menurut SBY gerakan tersebut bukan menyasar para Ketua DPD maupun DPC, melainkan siapapun kader Demokrat yang mau diajak bekerja sama dalam memuluskan langkahnya untuk mengambil alih partai.
Dalam aksinya tersebut, pelaku GPKPK selain menawarkan uang dan janji tetapi juga melakukan penghasutan serta mengadu domba.
"Yang disasar bukan lagi para ketua DPD ataupun Ketua DPC tetapi siapapun yang mau diiming-imingi sejumlah imbalan dan janji-janji yang menggiurkan," kata SBY.