Isu Kudeta Partai Demokrat
Pernah Difitnah Jadi Penunggang Aksi Massa 212, SBY: Saya Bersedia Bersumpah di Hadapan Allah SWT
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan banyak fitnah yang ditujukan kepada dirinya maupun Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan banyak fitnah yang ditujukan kepada dirinya maupun kepada Partai Demokrat.
Dilansir TribunWow.com, SBY mencontohkan satu kasus fitnah yang diakuinya begitu kejam dan keterlaluan.
Yakni saat dirinya dan Partai Demokrat dituding menjadi penunggang ataupun yang mendanai aksi massa 212 pada tahun 2016 silam.

Baca juga: Sebut Gerakan Ambil Alih Partai Demokrat Belum Berhenti, SBY: Saya Harus Turun Gunung
Baca juga: Singgung Moeldoko dalam GPKPD, SBY Sebut Tak Berintegritas: Sangat Menganggu dan Merugikan Jokowi
Tudingan tersebut bahkan sampai dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Ternyata ada laporan baik yang secara serius disampaikan kepada Presiden Jokowi maupun yang tidak, yang mengatakan bahwa SBY-lah yang menunggangi dan mendanai aksi 212 itu," ujar SBY.
"Informasi itu disampaikan kepada saya oleh seorang petinggi berbintang empat dan konon yang melaporkan kepada Presiden Jokowi adalah petinggi bintang empat yang lain," jelasnya.
Menurutnya, kepastian soal adanya laporan SBY dan Demokrat sebagai penunggang aksi massa tersebut juga dikonfirmasi oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) saat itu, Wiranto.
Termasuk juga dari Wakil Presiden saat itu, Jusuf Kalla.
Sehingga dikatakannya bukan hanya sebatas isu belaka.
"Sementara itu di sebuah lembaga pemerintah juga dibangun opini tentang keterlibatan Partai Demokrat," kata SBY.
Dalam kesempatan itu, Presiden ke-6 RI itu lantas memberikan bantahan tegas dan menyebutnya sebagai fitnah yang kejam.
Baca juga: Soal GPKPD, SBY Tegaskan Partai Demokrat Tak Diperjualbelikan: Tidak Bermoral, Tidak Halal dan Nista
"Semuanya itu fitnah yang kejam, keterlaluan dan seratus persen tidak benar," tegas SBY.
"Saya bersedia bersumpah di hadapan Allah SWT, saya juga siap dipertemukan dengan siapapun yang memberikan laporan itu, kalau perlu rakyat tahu siapa yang berdusta dan kebenaran segera terkuak."
Merasa dirugikan atas fitnah tersebut, SBY mengaku sudah melakukan gugatan.
Hanya saja usahanya tersebut tidak ada tindak lanjutnya.