Pilpres 2024
Kriteria Ini Buat Prabowo Menang Survei Elektabilitas, Bukan soal Kejujuran atau Janji Kampanye
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat posisi tertinggi dalam survei elektabilitas yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat posisi tertinggi dalam survei elektabilitas yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa (23/2/2021).
Berdasarkan survei, Prabowo mendapat angka tertinggi yakni 22,5 persen.

Baca juga: Prabowo Subianto Disebut Kurang Merakyat Tidak seperti Jokowi, Dahnil Anzar: Tentu Perlu Diperbaiki
Mengikuti di bawahnya ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 10,6 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 10,2 persen, lalu Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama dengan 7,2 persen.
Terdapat sejumlah kriteria yang membuat Prabowo mendapat posisi tertinggi.
Kriteria utama yang dipilih masyarakat adalah faktor sifat tegas dan berwibawa dengan angka 27,6 persen.
Menyusul faktor berikutnya adalah sifat merakyat atau perhatian kepada rakyat dengan angka 22,5 persen.
Baru di posisi ketiga ada sifat kejujuran atau kesan bersih dari praktik KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme) dengan angka 9,6 persen.
Sifat-sifat lainnya dengan angka lebih kecil adalah sang menteri pertahanan dianggap berpendidikan, paling memperjuangkan kepentingan rakyat kecil, serta ramah atau sopan santun.
Baru setelah itu program yang ditawarkan Prabowo tampak menjanjikan, dengan angka survei 3,8 persen.
Alasan-alasan lainnya adalah ketaatan beragama, tokoh politik, hingga mengikuti orang lain yang mendukung Prabowo.
Hal itu dijelaskan Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan.
Baca juga: Respons PDIP dan Gerindra soal Survei Capres 2024: Prabowo Teratas, Disusul Ganjar, Anies, Ahok
"Dua hal yang paling menonjol, yang menjadi alasan utama paling tidak sampai Januari 2021, memilih presiden itu adalah kalau dia dianggap memiliki personality yang tegas berwibawa," papar Djayadi Hanan.
"Kemudian merakyat atau memiliki perhatian kepada rakyat," lanjutnya.
"Selanjutnya baru kualitas ketiga seperti biasa, jujur, bersih dari KKN. Kemudian pintar, berpendidikan, memperjuangkan rakyat kecil, ramah, santun, dan seterusnya," tambah Djayadi.