Terkini Daerah
Tewas Bersama Temannya seusai Main Bareng, Riska Fitria Sempat Ungkit soal Percaya Ketetapan Allah
Unggahan terkahir korban di media sosial sebelum yang bersangkutan tewas, kini dibanjiri komentar oleh warganet.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kasus tewasnya Riska Fitria (21) dan Aprilia Cinta (13) hingga kini masih belum menemui titik terang.
Kedua perempuan itu ditemukan tewas di tempat yang berbeda seusai main bersama, pada Senin (22/2/2021).
Jasad Riska ditemukan di di kawasan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, sedangkan Aprilia ditemukan di daerah Pulo Brayan, Medan, Sumatera Utara.
Sebelum tewas, Riska sempat mengunggah sebuah tulisan di akun media sosial Facebook miliknya soal berserah diri terhadap ketetapan Allah SWT.
Baca juga: Fakta Tewasnya Dua Wanita di Sumut, Dokter Forensik Sebut Ada Tanda Kekerasan: Meronta Mau Dibunuh
Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, unggahan itu di-posting oleh korban pada 19 Februari.
Pada unggahan itu, Riska juga menyertakan foto dirinya tersenyum sembari tangan kanannya memegangi pipi.
Secara keseluruhan, unggahan itu membahas bahwa manusia harus berserah diri kepada keputusan Allah apapun itu.
Berikut adalah unggahan lengkap yang ditulis oleh mendiang Riska:
"Jika Allah mengambil sesuatu yang tak pernah kau sangka, itu artinya dia akan memberimu sesuatu yang tak pernah kau bayangkan, percayalah pada Allah," tulis Riska di postingan FB miliknya.
"Kamu akan baik-baik saja selama kamu percaya dengan ketetapan Allah, apa yang menurutmu baik belum tentu baik menurut Allah."
"Kamu hanya perlu yakin bahwa keputusan Allah lebih indah dari apa yang kamu bayangkan."
"Tetaplah berfikir positif dan perlu ingat bahwa tidak semua kado yang indah di bungkus oleh sampul yang manis," tulisnya.
Unggahan itu kini dibanjiri komentar duka oleh banyak warganet.
Sebelum keduanya ditemukan tewas, Riska dan Aprilia sempat bermain bersama pada Sabtu (20/2/2021).
Ami, ibu dari korban Aprilia mengatakan, anaknya pada saat itu diajak oleh korban Fitria untuk pergi mencari sesuatu.
"Jadi awalnya itu Riska yang ajak Cinta untuk pergi Sabtu sore, katanya mau pergi beli kertas kado. Kalau enggak diajak kian pasti tidak akan seperti ini Cinta itu," tuturnya Ami sembari menangis saat ditemui di rumah duka, Senin (22/2/2021).
Ami mengatakan, Sabtu sore itu menjadi terakhir kalinya ia melihat Aprilia dalam keadaan hidup.
"Setelah itu kami enggak pernah melihat lagi korban, sampai dapat kabar meninggal di Brayan. Sangat sedih dan hancur hati kami semua," ungkapnya.
Ami nampak begitu terpukul dan sedih ketika jasad anaknya itu tiba di rumah duka.
"Anakku, kenapa cepat kali kau tinggalkan mamak," teriak sang ibu, Ami saat melihat anaknya yang pulang ke rumah dalam kondisi tak bernyawa.
Keterangan serupa juga diberikan oleh keluarga korban Riska.
Kerabat korban Riska, yakni Heri mengatakan, Riska terakhir kali terlihat pergi dari rumah pada Sabtu sore.
"Hari Sabtu sore dia pergi dari rumah. Di samping rumahnya ada pesta. Dia pamit katanya mau pergi sebentar tapi rupanya nggak balik lagi. Dipikir orang tuanya kemarin mau beli kado aja,"ucap Heri yang ditemui di depan kamar jenazah RSUD Sultan Sulaiman Sei Rampah Selasa, (22/2/2021).
Baca juga: 2 Wanita Tewas di Tempat Berbeda seusai Main Bersama, Aktivitas Terakhir Korban Diungkap sang Ibu
Bekas Kekerasan Nampak Jelas
Pada korban Riska, pihak kepolisian menemukan bukti yang bersangkutan pernah berhubungan badan namun bukan terjadi sebelum korban dibunuh.
Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, temuan itu disampaikan oleh Dokter Forensik RSUD Sultan Sulaiman Seirampah, dr Abdul Gafar.
Abdul memaparkan, ada sejumlah tanda-tanda bekas kekerasan yang nampak jelas pada jasad korban Fitria.
Baca juga: Pengasuh Ponpes Yakini Ada Misteri atas Longsor yang Tewaskan 5 Santriwati, Ungkit Suara Gemuruh
"Tanda kekerasannya jelas sekali. Pada bagian wajah dimulut dan hidung dibekap tandanya tidak bisa bernafas dan membiru mukanya. Pergelangan tangannya dipegang itu tapi tidak ada tanda ikatan. Ya pasti diakan meronta namanya mau dibunuh," kata dr Abdul Selasa, (23/2/2021).
Dokter Abdul mengatakan, terdapat juga luka memar di pipi yang diduga akibat tamparan.
Penyebab kematian korban Fitria diketahui terjadi karena gagal nafas akibat tidak ada oksigen.
Selain itu, dr. Abdul juga menemukan bukti bahwa korban tidak lagi perawan namun bukan akibat dirudapaksa sebelum tewas.
"Kalau tanda-tanda diperkosa enggak ada, karena pada saat itu dia sedang halangan. Tapi ada tanda sudah pernah berhubungan atau bersetubuh hanya saja itu luka lama bukan baru," kata Abdul.
Pengakuan Pacar Korban
Sementara itu, pacar Fitria, yakni Lian Syahputra (26) mengaku baru satu tahun menjalin hubungan dengan korban.
Ia mengatakan sudah seminggu ini tidak bertemu dengan korban namun masih tetap berhubungan lewat telepon.
"Saya baru tahu tadi pagi kejadian ini dari kawan," ucap Lian saat diwawancari Tribun-Medan.com.
"Dari kemarin memang sudah enggak bisa saya hubungi memang dia."
Lian mengatakan, kekasihnya itu tidak memiliki musuh dan tak pernah cerita ada masalah.
"Dia pun nggak pernah cerita ada masalah. Bagus-bagus aja selama ini," ungkap Lian.
Lian menduga saat susah dihubungi, kekasihnya itu tengah sibuk menghadiri acara pesta.
"Kemarin kupikir dia sibuk karena memang dibilangnya di samping rumahnya ada yang pesta."
"Kupikir barang kali dia bantu-bantu makanya nomor hp nya pun nggak aktif," kata Lian. (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari tribun-medan.com dengan judul Remaja 13 Tahun Aprilia Cinta Ditemukan Tewas, Ibu: Cepat Kali Kau Tinggalkan Mamak, Kronologi Penemuan Jasad 2 Sahabat, Riska (21) dan Aprilia (13) di Lokasi Berbeda, Medan dan Sergai, Postingan Medsos Terakhir Riska Fitria, Wanita Tewas Dipinggir Jalan, PHL Polres Pelabuhan Belawan dan WANITA Tewas Dipinggir Jalan Tidak Diperkosa, Pernah Berhubungan, Pacarnya Diperiksa Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/riska-fitria-semasa-hidup1212.jpg)