Breaking News:

Banjir Jakarta

Samakan Covid, Riza Patria Bantah Tak Siap Atasi Banjir: Anggaran 50 Triliun pun Tak Bisa Selesai

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah pemerintah provinsi tidak siap menghadapi banjir dan curah hujan yang tinggi.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Anggota Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan mengevakuasi warga di Jalan Masjid Al Makmur Gang Buntu RT 017/07, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah pemerintah provinsi tidak siap menghadapi banjir dan curah hujan yang tinggi.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Apa Kabar Indonesia di TvOne, Minggu (21/2/2021).

Diketahui banjir melanda banyak titik di Jakarta akibat hujan ekstrem pada Sabtu (20/2/2021) dini hari.

Ahmad Riza Patria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/10/2018).
Ahmad Riza Patria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/10/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Baca juga: Apresiasi 16 Ribu Petugas Banjir, Anies Baswedan: Minggu Surut, Senin Pagi Kegiatan Sudah Normal

Riza Patria lalu membandingkan dengan pandemi Covid-19 yang turut melanda Indonesia pada awal 2020 dan masih terus memuncak.

"Bukan tidak siap. Sama seperti Covid, kita 'kan tahu Covid ada," jelas Riza Patria.

"'Kan tidak bisa serta-merta kita bisa melawan Covid kemudian Covid hilang begitu saja," lanjutnya.

Ia menjelaskan banjir tidak dapat serta-merta hilang walaupun dengan anggaran yang besar dalam kurun waktu yang lama.

Riza menyebut perlu ada proses dan kerja sama pemerintah agar dapat menanggulangi bencana tahunan tersebut.

"Begitu juga dengan banjir. Banjir ini dalam waktu 10 tahun sekalipun, dengan anggaran Rp50 triliun sekalipun tidak bisa selesai begitu," jelas politikus Gerindra ini.

"Dia perlu waktu, perlu proses, perlu edukasi, perlu kerja sama antarpemerintah, antardaerah," tambahnya.

Selain itu, Riza menyinggung DKI Jakarta selalu mendapat kiriman banjir dari daerah-daerah penyangga di sekitarnya.

Ia menyebut hal itu terjadi karena kawasan resapan air di daerah penyangga kurang.

Baca juga: Anies Tuai Kritik karena Banjir DKI, Hendri Satrio Tegur Politisi PDIP: Jangan Ikut-ikutan Nyerang

"Apalagi di Jakarta sebagai ibu kota yang kebetulan datarannya memang rendah. Dari daerah penyangga kalau di sana hujan, apalagi tutupan hutan di daerah tersebut kurang dari 30 persen, maka air akan mengalir ke Jakarta yang disebut banjir kiriman, banjir bandang," singgung Riza.

Riza menambahkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta sudah cukup berhasil menangani banjir, terlihat dari statistik.

"Namun demikian coba dilihat, progress dari penanganan yang kami atasi. Bisa dilihat jumlah pengungsi berkurang, titik pengungsi, titik genangan, ketinggian banjir, lamanya genangan terus berkurang," papar Wagub DKI Jakarta.

"Bahkan jumlah korban juga terus berkurang dalam 3 tahun ini," ungkapnya.

Lihat videonya mulai menit 4.30:

Johny Simanjuntak: Betul, tetapi Harus Ada Progres Dong

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Johny Simanjuntak memberikan respons atas pernyataan dari Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria terkait penanganan banjir.

Dilansir TribunWow.com, meski membenarkan tidak bisa ujug-ujug untuk menangani banjir Jakarta, Johny meminta adanya progres.

Hal itu disampaikan dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Bogor Sering Disebut Penyebab Banjir Jakarta, Bima Arya: Bukan dalam Rangka Saling Menyalahkan

Baca juga: Debat Siapa Salah atas Banjir DKI, Politisi PDIP ke M Taufiq: Bentar Lagi Puan yang Disalahkan

Dalam kesempatan itu, Johny mengakui bahwa persoalan banjir di Jakarta memang sudah menjadi masalah tahunan.

Dirinya pun tidak memungkiri bahwa ada kaitannya banjir Jakarta dengan kondisi hujan di Bogor.

Meski begitu, ia tidak ingin setiap kali terjadinya banjir Jakarta selalu menyalahkan kiriman air dari Bogor.

Menurutnya, menyadari risiko tersebut, Pemerintah DKI harusnya bisa melakukan langkah antisipasinya.

"Ketika misalnya banjir kriman dari Bogor, ya dari zaman nenek moyang kita tahu bahwa air selalu mengalir dari Bogor ke Jakarta," ujar Johny.

Terkait program naturalisasi yang dicanangkan oleh Anies, Johny menyebut tidak melihat progres apapun.

"Oleh karena itu jika ada normalisasi atau katakanlah naturalisasi, hampir tiga tahun sampai sekarang tidak ada," kata dia.

"Itu sebenarnya yang digugat oleh warga."

Terkait pernyataan dari Riza Patria, dirinya mengaku sepakat.

Dirinya menyadari bahwa masalah banjir di Ibu Kota bukan persoalan mudah.

Hanya saja ia meminta adanya suatu progres.

"Warga Jakarta juga tahu bahwa Jakarta ini akan digenangi air, Jakarta ini tidak bisa ujug-ujug, seperti kata Pak Wagub harus bertahap."

"Betul, tetapi kan harus ada progres dong," pintanya.

Menanggapi hal itu, Riza Patria menyebut bahwa pihaknya tentunya tidak tinggal diam menyikapi banjir di Jakarta.

"Jadi program pengendalian banjir itu banyak sekali, tidak hanya normalisasi atau naturalisasi," kata Riza Patria.

Baca juga: Bandingkan dengan Gempa Bumi, Anies Baswedan Sebut Ada yang Dilupakan soal Penyebab Banjir Jakarta

"Terkait normalisasi, betul ada 16 yang sudah selesai dan 17 yang akan dikerjakan dan kami sendiri terkait normalisasi di tahun 2020 telah menganggarkan untuk pembebasan lahan itu tidak kurang dari 852 miliar," jelas Riza Patria.

"Memang di Jakarta ini program normalisasi itu membutuhkan dana yang besar karena harus membebaskan lahan dan lahan di Jakarta sangat mahal," imbuhnya.

Lebih lanjut, bukti lain bahwa Pemprov DKI memikirkan banjir adalah dengan tetap menyiapkan anggaran untuk penanganan banjir, meski sebenarnya anggaran banyak dialokasikan untuk mengurus pandemi Covid-19.

"Jadi kami tetap menyiapkan anggaran untuk penyiapan lahan terkait penanganan banjir dan juga program banjir dalam tiga tahun ke depan kita anggarkan sampai Rp 5 triliun dan Covid-19 tetap kita anggarkan Rp 5,5 triliun," ungkap politisi Partai Gerindra itu.

"Jadi itu komitmen kami sekalipun ada Covid-19 kita tetap fokus konsentrasi terhadap penanganan banjir," pungkasnya. (TribunWow.com/Brigitta/Elfan)

Tags:
Banjir di JakartaBanjirJakartaAhmad Riza PatriaCovid-19Anies Baswedan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved