Banjir Jakarta
Samakan Covid, Riza Patria Bantah Tak Siap Atasi Banjir: Anggaran 50 Triliun pun Tak Bisa Selesai
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah pemerintah provinsi tidak siap menghadapi banjir dan curah hujan yang tinggi.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
Terkait pernyataan dari Riza Patria, dirinya mengaku sepakat.
Dirinya menyadari bahwa masalah banjir di Ibu Kota bukan persoalan mudah.
Hanya saja ia meminta adanya suatu progres.
"Warga Jakarta juga tahu bahwa Jakarta ini akan digenangi air, Jakarta ini tidak bisa ujug-ujug, seperti kata Pak Wagub harus bertahap."
"Betul, tetapi kan harus ada progres dong," pintanya.
Menanggapi hal itu, Riza Patria menyebut bahwa pihaknya tentunya tidak tinggal diam menyikapi banjir di Jakarta.
"Jadi program pengendalian banjir itu banyak sekali, tidak hanya normalisasi atau naturalisasi," kata Riza Patria.
Baca juga: Bandingkan dengan Gempa Bumi, Anies Baswedan Sebut Ada yang Dilupakan soal Penyebab Banjir Jakarta
"Terkait normalisasi, betul ada 16 yang sudah selesai dan 17 yang akan dikerjakan dan kami sendiri terkait normalisasi di tahun 2020 telah menganggarkan untuk pembebasan lahan itu tidak kurang dari 852 miliar," jelas Riza Patria.
"Memang di Jakarta ini program normalisasi itu membutuhkan dana yang besar karena harus membebaskan lahan dan lahan di Jakarta sangat mahal," imbuhnya.
Lebih lanjut, bukti lain bahwa Pemprov DKI memikirkan banjir adalah dengan tetap menyiapkan anggaran untuk penanganan banjir, meski sebenarnya anggaran banyak dialokasikan untuk mengurus pandemi Covid-19.
"Jadi kami tetap menyiapkan anggaran untuk penyiapan lahan terkait penanganan banjir dan juga program banjir dalam tiga tahun ke depan kita anggarkan sampai Rp 5 triliun dan Covid-19 tetap kita anggarkan Rp 5,5 triliun," ungkap politisi Partai Gerindra itu.
"Jadi itu komitmen kami sekalipun ada Covid-19 kita tetap fokus konsentrasi terhadap penanganan banjir," pungkasnya. (TribunWow.com/Brigitta/Elfan)