Breaking News:

Terkini Nasional

Tak Hanya Otomotif, Pemerintah Kini Siapkan Insentif di Sektor Properti, Hotel dan Restoran

Pemerintah tengah menggodok insentif untuk beberapa sektor lain di samping industri otomotif. Beberapa di antaranya properti hingga restoran.

Instagram/@airlanggahartarto_official
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto. Pemerintah tengah menggodok insentif untuk beberapa sektor lain di samping industri otomotif. Beberapa di antaranya properti hingga restoran. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah menggodok insentif untuk beberapa sektor lain di samping industri otomotif.

Hal ini sekaligus menampik tudingan bahwa pemerintah telah menganakemaskan industri otomotif dengan memberikan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) hingga 100% bagi beberapa jenis mobil.

Salah satu sektor yang disebut akan memperoleh insentif adalah properti.

Baca juga: Cek Kisaran Harga SUV Murah setelah Dapat Diskon dan Insentif PPnBM, Toyota Rush hingga Honda BR-V

Dalam program Business Talk (B-Talk) yang merupakan kerjasama Kontan dan Kompas TV, Selasa, 16 Februari 2021, Airlangga menyebut, pemerintah tengah menyiapkan stimulan untuk sektor yang mencukupi kebutuhan perumahan masyarakat ini.

Memang, karena masih digodok, belum terungkap rincian skema insentif tersebut.

Namun, menurut Airlangga, insentif bagi industri properti akan mirip dengan insentif yang diberikan bagi sektor otomotif.

"Kita sedang bicara secara detail. Stimulannya hampir indentik dengan otomotif," terang Airlangga.

Dengan kata lain, kemungkinan besar, salah satu wujud insentif berupa keringanan pajak.

Baca juga: Kisaran Harga Mobil Murah setelah Insentif Pajak 0 Persen, Avanza, Xpander, Xenia, hingga Ertiga

Catatan saja, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai sektor realestat mencapai Rp 453,8 triliun pada 2020 lalu.

Angka ini setara 2,9% nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun lalu yang mencapai Rp 15.434 triliun.

Yang menarik, meski dilanda resesi, tahu lalu, sektor realestat masih mampu tumbuh 2,32%.

Selain properti, Arilangga menjelaskan, sektor horeka (hotel, restoran, katering atau kafe) juga tengah menjadi perhatian pemerintah.

Alasannya, sektor ini merupakan yang pertama kali terpukul oleh pandemi.

Setelah hampir setahun berlalu, sektor horeka juga tertinggal dalam pemulihan dan masih menderita minus dalam.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved