Breaking News:

Terkini Nasional

Ade Armando Sebut Pendukung Din Syamsuddin yang Memelintir Isu Radikal, Imbas Pernyataan Jokowi

Pakar komunikasi politik Ade Armando menganalisis kasus yang menimpa mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Capture YouTube Cokro TV
Pakar komunikasi Ade Armando menanggapi kasus pelaporan terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dengan tuduhan radikalisme, Senin (15/2/2021). 

"Kebetulan momennya pas sekali dengan serangan terhadap Presiden Jokowi gara-gara pernyatan Jokowi bahwa ia minta dikritik," singgung Ade Armando.

Setelah laporan tersebut, banyak yang menyerang ITB, termasuk organisasi GAR.

"GAR Alumni ITB pun digambarkan sebagai buzzer Jokowi yang dengan sengaja memfitnah Din yang selama ini memang kritis terhadap Jokowi," terang Ade.

Lihat videonya mulai ke-0.50:

Pengamat: Yang Lapor Mestinya Malu

Pengamat politik Adi Prayitno menanggapi laporan terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Apa Kabar Indonesia di TvOne, Minggu (14/2/2021).

Diketahui Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) melaporkan Din dengan 6 poin tuduhan terkait dugaan pelanggaran disiplin dan etika sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga: Komentar Refly Harun Din Syamsuddin Dipolisikan atas Dugaan Radikalisme: Adu-mengadu, Aduh Ampun

Baca juga: Mahfud MD Diminta Klarifikasi, Benarkah Istana di Balik Laporan GAR ITB soal Din Syamsuddin?

Termasuk di antaranya poin tentang dugaan Din Syamsuddin bersikap radikal.

"Saya enggak paham yang menuduh Pak Din ini radikal. Kemudian publik ada yang mengaitkan ini dengan konstelasi politik di persoalan Ikatan Alumni ITB," komentar Adi Prayitno.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020).
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). (Tribunnews/Herudin)

"Kalau soal itu kita enggak mau tahu, tapi ketika bicara tentang radikalisme, ini menyangkut banyak orang," lanjutnya.

Adi lalu menyoroti latar belakang Din Syamsuddin yang dibentuk oleh empat peradaban besar.

Diketahui Din adalah alumnus Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor yang terkenal di Jawa Timur, alumnus sekaligus Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah tempatnya memperbincangkan Islam moderat dan liberal, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, serta alumnus University of California Los Angeles (UCLA).

Baca juga: Din Syamsuddin Dilaporkan GAR ITB, PP Muhammadiyah Tak Terima: Pemerintah Sendiri Biasa Saja

Baca juga: Din Syamsuddin Dilaporkan GAR ITB, Dedi Mulyadi hingga Mahfud MD Tepis soal Tudingan Radikal

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved